SAMARINDA, Pranala.co — Dari tambak-tambak di pesisir Kalimantan Timur (Kaltim), cerita tentang udang kini melampaui batas laut Nusantara. Ia bergerak jauh—menyusuri jalur perdagangan global, hingga tiba di meja makan negara-negara besar dunia.
Awal 2026 menjadi momentum penting. Sektor perikanan Kalimantan Timur menunjukkan performa yang tak bisa dipandang sebelah mata. Dua komoditas unggulan—udang windu beku dan udang pink beku—menjadi bintang utama dalam ekspor daerah.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026, volume ekspor produk kelautan mencapai 670,3 ton. Nilai transaksi yang dihasilkan pun tidak kecil, melampaui Rp122,7 miliar.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, menyebut udang windu dan udang pink sebagai komoditas yang paling konsisten mendominasi ekspor.
“Sejak awal tahun, kedua jenis udang ini terus menjadi penyumbang volume terbesar. Bahkan, udang windu mendominasi lebih dari separuh total ekspor setiap bulan,” ujarnya.
Dominasi itu bukan tanpa alasan. Kualitas produk dan permintaan pasar yang stabil menjadikan udang Kaltim memiliki posisi kuat di pasar internasional.
Menariknya, puncak ekspor justru terjadi pada Februari 2026. Pada bulan itu, volume pengiriman mencapai 238,05 ton—tertinggi dalam kuartal pertama.
Lonjakan ini dipicu tingginya permintaan pasar terhadap udang windu beku. Nilai transaksi pada periode tersebut mencapai sekitar Rp47,3 miliar.
Meski jenis komoditas yang dikirim tidak banyak, permintaan yang tinggi mampu mendongkrak nilai ekspor secara signifikan.
Udang asal Kaltim kini tidak lagi hanya beredar di pasar domestik. Produk ini telah menjangkau berbagai negara, mulai dari kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara hingga pasar Barat seperti Amerika Serikat dan Inggris.
Tak hanya udang, Kaltim juga mengekspor ikan segar seperti kerapu dan bawal untuk memenuhi permintaan pasar di Tiongkok dan Hong Kong.
Jangkauan pasar yang luas ini menjadi indikator bahwa produk perikanan Kaltim mampu bersaing di tingkat global.
Kepala DKP Kaltim, Irhan Humaidy, menilai capaian ini menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, sektor perikanan memiliki peran strategis dalam penyediaan protein hewani berkualitas.
“Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan. Sektor perikanan Kaltim siap menjadi bagian penting dari itu,” tegasnya. [re/antara]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















