BUPATI Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman memberikan apresiasi kepada PT Ithaca Resources yang mulai menyusun Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) dengan melibatkan pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah daerah, meski perusahaan tersebut belum memasuki tahap produksi.
Langkah itu dinilai berbeda dari kebiasaan sebagian perusahaan yang umumnya baru menyusun program sosial ketika aktivitas operasional telah berjalan. Bagi Ardiansyah, keterlibatan berbagai pihak sejak awal menjadi sinyal positif bagi masa depan hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar tambang.
Apresiasi tersebut disampaikan saat konsultasi publik penyusunan RIPPM yang digelar PT Ithaca Resources bersama enam anak usahanya di Kutai Timur pada 24–25 Juni 2026.
“Ini luar biasa karena menghadirkan kecamatan-kecamatan yang berada di sekitar wilayah perusahaan. Kita mengapresiasi keinginan perusahaan yang bahkan sebelum beroperasi sudah siap bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya,” kata Ardiansyah, Rabu (24/6/2026).
Konsultasi publik tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan RIPPM, dokumen yang wajib dimiliki perusahaan pertambangan untuk merancang program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Dalam forum itu, pemerintah desa, kecamatan, organisasi perangkat daerah, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, hingga berbagai pemangku kepentingan dilibatkan untuk memberikan masukan.
Ardiansyah menilai pola komunikasi seperti ini layak menjadi contoh bagi perusahaan lain yang akan berinvestasi maupun beroperasi di Kutai Timur. Menurutnya, membangun kolaborasi sejak tahap awal akan meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari sekaligus menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan masyarakat.
Selain membahas program pemberdayaan masyarakat, perhatian juga tertuju pada peluang kerja yang akan terbuka ketika perusahaan mulai beroperasi.
Saat ini, kata Ardiansyah, Ithaca Resources masih fokus menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung sebelum memasuki tahap produksi.
“Kalau tidak salah, tahun depan baru mulai produksi. Saat ini mereka masih menyiapkan infrastruktur. Tentu harapannya penyerapan tenaga kerja nantinya tetap mengacu pada Perda yang berlaku di Kutai Timur,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah tetap mendorong prioritas bagi tenaga kerja lokal sesuai ketentuan yang berlaku. Komposisi yang ditargetkan yakni 80 persen pekerja lokal dan 20 persen tenaga kerja dari luar daerah yang diterapkan secara bertahap mengikuti kebutuhan perusahaan.
Harapan tersebut menjadi perhatian masyarakat mengingat sektor pertambangan masih menjadi salah satu sumber lapangan kerja terbesar di Kutai Timur.
Head of Corporate Social Sustainability PT Ithaca Resources, Dian Octavia, mengatakan konsultasi publik dilakukan untuk menghimpun masukan sebelum dokumen RIPPM disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Melalui konsultasi publik ini kami ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan masukan dan pandangan terkait rancangan RIPPM yang sedang disusun,” katanya.
Menurut Dian, keterlibatan pemerintah desa, kecamatan, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting agar program yang nantinya dijalankan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.
Tak hanya memaparkan rancangan RIPPM, perusahaan juga menyampaikan hasil pemetaan sosial atau social mapping yang telah dilakukan di enam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) kelompok usaha Ithaca Resources.
Kajian tersebut menjadi fondasi dalam menentukan program prioritas yang akan dijalankan beberapa tahun ke depan.
“Kami berharap program-program yang nantinya dijalankan benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
PT Ithaca Resources dalam kegiatan ini melibatkan enam anak perusahaan, yakni PT Kaltim Nusantara Coal (KNC), PT Nusantara Santan Coal (NSC), PT Batubara Nusantara Kaltim (BNK), PT Nusantara Wahau Coal (NWC), PT Erabara Persada Nusantara (EPN), dan PT Nusantara Kaltim Coal (NKC). [HAF]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















