Teruji saat APBD Defisit, 11 Partai Terpikat

Neni dan Joni menerima SK dari partai Hanura untuk maju di Pilkada Bontang.

KINERJA Neni Moerniaeni, sang petahana di Pilkada Bontang 2020 yang moncer selama menjabat Wali menjadi satu alasan utama 11 partai kepincut dan beberapa relawan dari masyarakat bergabung dan mendukungnya. Ditambah, pasangannya, Joni Muslim seorang pengusaha sekaligus Ketua NasDem Bontang dianggap pas mendampingi Neni di pesta demokrasi 5 tahunan itu.

Kesebelas partai itu antara lain; Golkar, Nasdem, PKS, Gerindra, PPP, Hanura, dan PAN. Ditambah lagi non parlemen, PSI, Perindo, Demokrat, dan PBB.

Gerbong besar di koalisi pasangan bakal calon Neni-Joni menjadi bukti, Neni Moerniaeni khususnya sebagai petahana sukses bekerja menjabat Wali Kota. Paling mencolok adalah performa dan kelihaian Neni mengelola APBD Bontang 2016 diterpa badai defisit. Tapi, mampu melaksanakan pembangunan dan pelan-pelan menjalankan janji politiknya kala itu.

Di beberapa kesempatan misalnya. Ketua Gerindra Bontang, Agus Haris bilang kala APBD yang mengalami kontraksi luar biasa, Pemkot mampu membangun fasilitas publik itu. Bukan hanya satu tapi enam fasilitas pelayanan publik sekaligus. Antara lain; Pasar Taman Rawa Indah, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang, Kantor Lurah Tanjung Laut Indah, Kantor UPT Pasar, Kantor Lurah Kanaan, serta Kantor Sekretariat Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Fakta selama 5 tahun kinerja itu tak bisa ditampik. Tidak ada alasan kenapa kami tidak mendukung (Neni). Karena saya lihat selama menjabat, ada kepentingan masyarakat diperjuangkan,” ujar Agus Haris.

Selain itu, Agus Haris juga memuji kepiawaian Neni dalam mengambil langkah strategik dalam soal pengelolaan APBD. Saat APBD berkurang namun tetap bisa membangun kota juga menjadi pertimbangan

Misalnya, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, Kelurahan, Kecamatan dibangun. Padahal saat awal-awal menjabat postur APBD Bontang lagi kacau balau. Artinya kemampuan seorang pemimpin bisa diaktualisasikan di tengah kondisi yang tidak ideal.

“Jadi tidak ada alasan kenapa Gerindra tidak mendukung (Neni-Joni),” ucapnya.

Bila nanti pasangan Neni-Joni menang Pilkada Bontang, ia memastikan pembangunan Kota Bontang bakal jauh lebih terarah. “Artinya ketika terpilih kembali, harus lebih bagus lagi. Dan tentu pelayanan kepada masyarakat nantinya pun lebih baik lagi,” harapnya.

Serupa, Sekretaris Jendral (Sekjen) DPW PAN Kalimantan Timur, Zain Taufiqnurrohman, bilang, alasan PAN memilih Neni-Joni karena melihat rekam jejak. Memilih pasangan ini dengan berbagai pertimbangan juga. Pertama melihat rekam jejak kepemimpinan Neni, selama lima tahun dianggap DPP cukup berhasil.

Kedua hasil survei cukup mendukung. Dari hasil survei kelihatan tingkat kepercayaan publik kepada Neni-Joni. Sehingga barometer itu jadi salah satu pertimbangan bagi PAN. Dengan adanya dukungan PAN ini, Zain berharap paslon yang didukung bisa memenangkan Pilkada Bontang.

“Seluruh kader PAN wajib memenangkan paslon, mudahan jadi perhatian dan kerja keras. Kalau suara PAN saat legislatif kemarin bisa meraih 9 ribu suara, ya harus lebih tinggi capaian saat Pilkada nanti. Harus berlipat-lipat untuk mengumpulkan suara,” pesan Zain.

Pun, Ketua DPC PPP Bontang, Abbas Patiroy memliki alasan serupa. Selain hasil survei elektabilitas, kinerja Neni Moerniaeni selama 5 tahun belakangan ini jadi salah satu tolok ukur rekomendasi itu sampai ke pasangan Neni-Joni.

Fakta selama 5 tahun kinerja itu tak bisa ditampik. Tidak ada alasan kenapa kami tidak mendukung (Neni). Karena saya lihat selama menjabat, ada kepentingan masyarakat diperjuangkan,” ujar Abbas.

Selain itu, Neni juga mendapat pujian dalam mengambil langkah strategis dalam soal pengelolaan APBD. “Saat APBD berkurang namun tetap bisa membangun kota juga menjadi pertimbangan,” ucapnya.

Misalnya, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, Kelurahan, Kecamatan dibangun. Padahal saat awal-awal menjabat postur APBD Bontang lagi kacau balau. Artinya kemampuan seorang pemimpin bisa diaktualisasikan di tengah kondisi yang tidak ideal.

PSI Bontang bersama Neni Moerniaeni saat penggalangan dana.
Lintas Komunitas Siap Menangkan Neni-Joni

Dukungan tak hanya dari partai politik. Sejumlah relawan yang lahir dari masyarakat pun tak mau ketinggalan memberikan dukungan penuh kepada perempuan yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Bontang itu.

Dari warga Jawa misalnya. Ada Relawan Gadjamada. Relawan yang dikomandoi mantan Ketua IKAPAKARTI Bontang itu bahkan dalam sebulan ini sudah dua kali meresmikan posko. Pertama di Keluarahan Satimpo sebagai posko utama. Dan kedua meresmikan posko yang ada di Kelurahan Lok Tuan.

Lain Gajamada, lain juga Ikatan Pemuda Toraja Bersatu. Sekumpulan anak muda yang memiliki base camp di Kanaan itu bahkan rela membuat seragam yang bertuliskan Neni-Joni. Bercorak hitam kuning, para pemuda itu memberikan sinyal dukungan penuh kepada kandidat Neni-Joni.

“Kami tidak mau ambil risiko dengan memberikan amanah membangun Bontang ini kepada orang yang salah. Menurut kami, Bunda Neni sudah teruji dan terbukti. Bontang masih butuh bunda,” jelasnya.

Sosok Neni rupanya cukup menarik kalangan milenial. Tak hanya dari pemuda yang berlatar belakang etnis. Figur Neni juga dianggap mampu membangkitkan kepedulian politik anak muda. Komunitas RX-King misalnya. Secara terbuka, komunitas yang terkenal dengan jargon gaspoll ini pun mantap memberikan dukungan kepada Neni-Joni.

Banyaknya dukungan elemen masyarakat kepada Neni-Joni rupanya tak membuat kaget politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bontang Frans Mika. Kata dia ada beberapa hal yang membuat dukungan kepada Neni-Joni begitu banyak.

Pertama Neni dianggap unggul dalam kualitas kepemimpinan dan kemampuan manajerial. Bahkan, menurutnya indeks kepuasaan publik terhadap kinerja Neni Moernienaeni cukup tinggi.

“Publik puas dengan kinerja. Sehingga tidak heran masih banyak yang menginginkan Bunda Neni kembali memimpin. Masyarakat Bontang itu masyarakat yang cerdas dan objektif. Jadi kalau seseorang dilihat berhasil dalam menata kota ini, maka mau negatif campaign apapun gak akan berpengaruh kepada bunda,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, optimisme masyarakat yang cenderung stabil bahkan meningkat terhadap jaminan kelangsungan road mad pembangunan.

“Program pembangunan kota yang digulirkan bunda lebih pro rakyat, transparan, akuntabel dan yang paling penting bebas korupsi,” ujarnya. (PARIWARA/RILIS)

More Stories
Disdik Kaltim Larang Jual-Beli Seragam dan Buku di Sekolah