PEMBANGUNAN Rumah Dinas Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan terus dikebut agar selesai tepat waktu. Proyek fasilitas pejabat yang menelan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp12,6 miliar ini kini memasuki fase pada struktur bangunan.
Wawali Balikpapan, Bagus Susetyo, turun langsung meninjau lokasi proyek untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Mengingat waktu pengerjaan yang tersisa tinggal empat setengah bulan, Bagus meminta pihak kontraktor pelaksana segera menambah jumlah tenaga kerja.
“Sekarang sudah berjalan kurang lebih satu bulan, sehingga tersisa sekira empat setengah bulan. Karena saat ini masih pekerjaan struktur seperti pondasi, kolom, dan balok, saya minta supaya dipercepat,” ujar Bagus Susetyo saat meninjau lokasi, Selasa (7/7/2026).
Menurut Bagus, percepatan struktur bangunan ini menjadi kunci utama. Pengalamannya menunjukkan bahwa tahapan akhir atau finishing arsitektur biasanya memakan waktu lebih lama dan membutuhkan ketelitian tinggi. Jika struktur awal terlambat, seluruh rangkaian proyek terancam molor.
Bukan hanya soal kecepatan, tata letak material di lapangan juga mendapat teguran ringan. Bagus meminta CV Putra Jaya Abadi selaku kontraktor untuk merapikan area fabrikasi besi, termasuk memasang terpal pelindung agar para pekerja tidak langsung terpapar terik matahari.
“Ada beberapa hal yang saya sampaikan kepada pelaksana, terutama penataan lokasi kerja agar lebih baik sehingga pekerjaan bisa berjalan lebih nyaman dan efektif. Saya minta ditambah tenaganya,” jelasnya.
Masalah keselamatan kerja juga menjadi sorotan tajam. Bagus mengingatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan konsultan pengawas untuk tidak berkompromi soal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Semua orang yang memasuki area proyek wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) tanpa pengecualian.
Faktor cuaca Kota Balikpapan yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri. Agar hujan tidak menjadi alasan mandeknya proyek, Bagus menginstruksikan pembuatan akses jalan kerja yang solid di sekitar timbunan tanah. Langkah ini penting agar mobilitas pekerja tidak lumpuh akibat lumpur.
“Jangan sampai hujan menghentikan pekerjaan. Akses kerja harus dibuat sebaik mungkin sehingga satu jam setelah hujan, pekerja sudah bisa kembali beraktivitas,” tegas Bagus.
Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan hunian resmi ini selesai dalam total 176 hari kalender. Bagus optimistis, dengan lingkungan kerja yang rapi dan manajemen waktu yang ketat, proyek miliaran ini akan rampung tepat waktu dengan kualitas terbaik. (*)


















