Pranala.co, TEHERAN – Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber mengumumkan susunan pengganti sementara Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang dikonfirmasi gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu (28/2). Tiga pimpinan negara akan menjalankan tugas kepemimpinan selama masa kekosongan jabatan.
"Presiden, ketua pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi di masa kekosongan jabatan," demikian kantor berita IRNA mengutip pernyataan Mokhber, Minggu, (1/3/2026).
Konflik militer memanas Sabtu pagi waktu setempat ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke berbagai wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan infrastruktur vital dan menewaskan sejumlah warga sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dikonfirmasi gugur akibat serangan rudal yang menyasar tempat kerjanya. Kematian Khamenei menjadi pukulan berat bagi Republik Islam Iran yang telah dipimpinnya sejak 1989.
Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Seluruh aktivitas pemerintahan juga dihentikan dengan diberlakukannya libur kerja selama seminggu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama Angkatan Darat Iran mengeluarkan pernyataan tertulis yang menggema di seluruh negeri. Kedua institusi militer tersebut bersumpah akan membalas kematian Khamenei dengan serangan balasan yang lebih besar.
"Sumpah pembalasan ini bukan sekadar retorika, melainkan komitmen yang akan diwujudkan di medan pertempuran," demikian bunyi pernyataan bersama IRGC dan Angkatan Darat Iran. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















