Pranala.co, BALIKPAPAN — Kota Minyak–sebutan Kota Balikpapan kembali mendapat kehormatan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi meresmikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Balikpapan, Jumat (29/8).
Inisiatif ini dihadirkan sebagai wadah kolaboratif untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Arifatul menyebut Balikpapan termasuk kota yang cepat merespons program nasional tersebut.
“Dalam waktu singkat Balikpapan bisa mewujudkan Ruang Bersama Indonesia,” kata Arifatul.
Ruang Bersama Indonesia dirancang bukan sekadar program. Di dalamnya, ada sinergi lintas pihak. Pemerintah, masyarakat, dan komunitas bisa terlibat aktif.
Tujuannya jelas: melindungi perempuan, mendampingi anak, sekaligus menghadirkan kegiatan positif di tengah masyarakat.
Salah satu aktivitas yang dikenalkan adalah permainan tradisional. Menurut Arifatul, cara ini ampuh untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai.
“Kalau anak-anak banyak bermain bersama, mereka belajar nilai kebersamaan. Tidak tumbuh individualis,” ujarnya.
Arifatul menegaskan, RBI tidak boleh hanya berhenti di peresmian. Ruang ini harus benar-benar dihidupkan dengan aktivitas.
“Harus ada kegiatan nyata. Anak-anak diedukasi soal pencegahan kekerasan, perempuan diberi ruang untuk berdaya,” tegasnya.
Program serupa juga sudah berjalan di daerah lain, seperti Kutai Timur dan Malang. Masing-masing dengan inisiatif berbeda, tapi punya semangat sama: perlindungan dan pemberdayaan.
Selain soal anak, Arifatul juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan. Ia mencontohkan ibu-ibu di Balikpapan yang harus mandiri karena suaminya berhadapan dengan masalah hukum.
Kini, mereka dibantu lewat dukungan Pemodalan Nasional Madani (PNM). Sekitar 35–40 perempuan sudah mendapat manfaat program ini.
“Jumlahnya harus terus ditambah. Dampaknya positif sekali,” jelas Arifatul.
Bagi Menteri PPPA, kolaborasi adalah kunci. Semua pihak harus terlibat, seperti amanah Presiden, agar angka kekerasan terus menurun dan perempuan semakin berdaya.
“Kalau kolaborasi berjalan, harapan kita perempuan berdaya dan anak terlindungi bisa terwujud. Itulah fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (sr)
















