Pranala.co, BONTANG — Air memang mulai surut di beberapa titik. Namun dampaknya masih terasa. Dapur belum sepenuhnya pulih. Aktivitas memasak belum berjalan normal. Di situ kebutuhan paling mendesak muncul. Makanan.
Respons Darurat Banjir, PT Energi Unggul Persada Salurkan Bantuan Makanan
Bantuan tidak ditumpuk di satu titik. Disalurkan langsung ke wilayah terdampak. Tujuannya satu. Agar kebutuhan dasar warga bisa segera terpenuhi.
Humas PT Energi Unggul Persada, Jayadi Tahaha, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat perusahaan terhadap kondisi darurat pascabanjir.
“Ini bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat,” ujar Jayadi.
Ia menyadari, pascabanjir bukan hanya soal air yang menggenang. Banyak warga masih kesulitan beraktivitas. Termasuk menyiapkan makanan untuk keluarga.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga, terutama untuk kebutuhan konsumsi harian,” tambahnya.
Untuk Desa Santan Ilir, PT EUP menyalurkan 20 dus mi instan Indomie dan 4 dus biskuit Sari Gandum. Sementara di Desa Santan Tengah, bantuan yang disalurkan lebih banyak. Sebanyak 28 dus mi instan dan 4 dus biskuit Sari Gandum.
Jenis bantuan dipilih bukan tanpa alasan. Makanan cepat saji dinilai paling praktis. Mudah disiapkan. Sangat dibutuhkan dalam situasi darurat, ketika dapur warga belum sepenuhnya bisa digunakan.
Jayadi menegaskan, PT Energi Unggul Persada berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan.
“Kami akan selalu siap memberikan dukungan, terutama saat terjadi bencana atau kondisi darurat,” ujarnya.
Bagi warga terdampak, bantuan itu mungkin sederhana. Namun di tengah keterbatasan pascabanjir, kehadiran dan kepedulian sering kali menjadi penguat semangat. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami













