RATUSAN atlet tenis meja dari berbagai penjuru Kalimantan Timur (Kaltim) memadati Gedung Olahraga (GOR) Lok Tuan, Bontang. Mereka adu keahlian dalam ajang bergengsi Turnamen Tenis Meja Menjangan Cup 2026 yang bergulir sejak Sabtu (27/6/2026).
Langkah kaki para atlet, suara pantulan bola pimpong yang cepat, hingga riuh penonton langsung menghidupkan atmosfer GOR Lok Tuan. Event yang diinisiasi Persatuan Tenis Meja (PTM) tertua di Kota Taman ini menjadi panggung pembuktian bagi talenta lokal maupun luar daerah.
Ketua Panitia Menjangan Cup 2026, Fery Irawan, membeberkan tingginya antusiasme peserta tahun ini. Sesuai dengan tajuknya, Turnamen Menjangan “Menggeliat”, kompetisi ini berhasil menyedot perhatian lintas generasi melalui tiga kategori kelas yang dipertandingkan.
“Tercatat ada 91 pemain yang bertarung di kategori Perorangan. Sementara untuk Ganda Umum diikuti 46 pasang, dan Ganda Veteran menembus 65 pasang,” rinci Fery di sela-sela pembukaan acara.
Suksesnya pembukaan turnamen ini menyimpan cerita tentang kolaborasi yang kuat. Fery secara khusus mengapresiasi para sponsor, terutama PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), yang berkomitmen menjaga keberlangsungan kompetisi tahunan ini.
Dukungan swasta menjadi oase penting bagi dunia olahraga Bontang saat ini. Pemerintah Kota Bontang tidak menampik adanya tantangan besar dalam hal pendanaan mandiri untuk sektor pembinaan prestasi atlet.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, mengonfirmasi kondisi tersebut. Mewakili Wali Kota Bontang, Eko menyebut daerah sedang berhadapan dengan situasi “tsunami anggaran” yang membatasi ruang gerak APBD.
Oleh karena itu, kehadiran korporasi yang peduli pada pembinaan olahraga dinilai sebagai penyelamat ekosistem atlet. Sinergi ini memastikan pembentukan mental bertarung generasi muda tidak terhenti.
“Kami berharap turnamen ini melahirkan bibit-bibit baru yang siap mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih tinggi,” ungkap Eko hangat.

Pemerintah Kota Bontang melihat Menjangan Cup 2026 bukan sekadar ajang adu taktik di atas meja hijau. Lebih dari itu, kedatangan ratusan pencinta pingpong dari luar kota membawa angin segar bagi geliat ekonomi lokal di sekitar venue.
Ajang ini menjadi batu loncatan strategis untuk memperkuat konsep sport tourism atau wisata berbasis olahraga di Bontang. Perputaran uang dari akomodasi, kuliner, hingga transportasi para atlet luar daerah langsung memberikan dampak instan bagi warga.
Momentum ini sekaligus menjadi pemanasan penting bagi kesiapan infrastruktur dan mental kepanitiaan kota. Mengingat pada 2027 mendatang, Kota Bontang telah ditunjuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) Kaltim.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Jaga sportivitas, dan mari kita jadikan event ini sebagai roda penggerak prestasi sekaligus ekonomi Bontang,” ajak Eko. [ADS/RE]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














