TURNAMEN voli putri antar-kelurahan se-Kota Bontang resmi dibuka di halaman Kantor Lurah Lok Tuan, Jumat (7/8/2026). Turnamen voli putri Bontang tersebut diikuti 12 kelurahan dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Pembukaan turnamen dilakukan langsung Wali Kota Bontang Neni Moernaeni. Sejumlah unsur pemerintahan, perusahaan, legislatif, hingga masyarakat turut hadir dalam pembukaan kegiatan yang menjadi salah satu program unggulan Karang Taruna Bina Mandiri Kelurahan Lok Tuan.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Manajemen PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), Ketua DPRD Bontang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bontang, unsur Forkopimda, para lurah se-Bontang, mitra kelurahan, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Loktuan.
Ketua Karang Taruna Bina Mandiri Kelurahan Lok Tuan, Risal, mengatakan turnamen voli putri Bontang menjadi bentuk kontribusi pemuda dalam menghadirkan kegiatan positif dan produktif bagi masyarakat.
Menurut dia, pertandingan bukan sekadar kompetisi olahraga. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarwarga dari berbagai kelurahan di Kota Bontang.
“Turnamen voli putri ini merupakan salah satu kegiatan unggulan Karang Taruna. Tujuannya sebagai bentuk kontribusi pemuda dalam menghadirkan kegiatan positif di masyarakat,” ujar Risal.
Kehadiran peserta dari 12 kelurahan membuat turnamen tersebut menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai wilayah. Semangat kompetisi berjalan beriringan dengan upaya memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Bagi Karang Taruna Bina Mandiri, olahraga menjadi pintu masuk untuk menghadirkan aktivitas yang lebih luas. Karena itu, penyelenggara tidak hanya berfokus pada pertandingan di lapangan.
UMKM Ikut Diberdayakan
Turnamen voli putri Bontang juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Panitia menyediakan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk beraktivitas selama kegiatan berlangsung.
Pelibatan UMKM diharapkan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Konsep tersebut membuat kegiatan olahraga tidak berhenti pada pertandingan. Masyarakat yang datang juga dapat berinteraksi dengan pelaku usaha dan menikmati berbagai aktivitas yang disiapkan selama turnamen.

Rangkaian kegiatan itu sekaligus memperlihatkan peran Karang Taruna dalam menggabungkan olahraga, pemberdayaan masyarakat, dan aktivitas ekonomi dalam satu momentum.
Sampah Plastik Bisa Ditukar
Ada hal lain yang menjadi perhatian dalam turnamen voli putri Bontang di Loktuan. Panitia mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan program pemerintah GESIT atau Gerakan Sampahku adalah Tanggungjawabku.
Melalui program tersebut, panitia menghadirkan inovasi pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik. Masyarakat yang berkunjung dapat membawa sampah plastik untuk ditukarkan dengan barang tertentu.
“Kami menyiapkan stand khusus. Pengunjung bisa menukarkan sampah plastik dengan barang tertentu,” kata Risal.
Konsep itu memberikan pesan bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah yang dibuang. Jika dikelola dengan baik, sampah juga dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Inovasi tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat turnamen olahraga ini memiliki muatan pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Lurah Lok Tuan Sunyk Widiarsih menyambut baik pelaksanaan turnamen yang dibarengi dengan pemberdayaan UMKM lokal dan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Menurut Sunyk, inovasi yang dilakukan pengurus Karang Taruna Bina Mandiri dapat membantu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
“Saya menyambut baik inovasi yang dilakukan pengurus Karang Taruna Bina Mandiri. Cara ini akan mengubah pola pikir dari sampah yang semula hanya persoalan lingkungan, tetapi jika dikelola dengan baik akan menjadi sesuatu yang bernilai,” ucapnya.
Ia berharap program tersebut ikut mendorong masyarakat membiasakan diri memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Sesuai arahan Bunda Wali Kota dalam program GESIT, kesadaran penanganan sampah harus dimulai dari diri sendiri,” tutupnya. (*)














