Pranala.co, BONTANG – Minat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bontang untuk mendapatkan pembiayaan lewat Kredit Bontang Kreatif terus meningkat. Program ini memang dirancang pemerintah sebagai jalan lahirnya wirausaha baru, sejalan dengan target mencetak 500 UMKM baru setiap tahun.
Namun, ada batasan peran pemerintah dalam program ini. Pencairan dana sepenuhnya menjadi kewenangan perbankan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Asdar Ibrahim, menegaskan pemerintah hanya bertugas sebagai fasilitator. DKUMPP melakukan verifikasi awal, lalu memberikan rekomendasi.
“Semua persyaratan teknis ada di bank. Kami hanya memastikan, apakah yang mengajukan benar-benar punya usaha. Kalau memenuhi syarat, baru kami rekomendasikan,” jelas Asdar, Kamis (28/8/2025).
Hingga kini, DKUMPP telah menerbitkan rekomendasi untuk 536 berkas pengajuan kredit. Menariknya, sekitar 60 persen pengajuan dilakukan tanpa jaminan.
“Artinya, pengusaha di Bontang cukup bersemangat. Apalagi karena ada opsi pinjaman tanpa agunan,” kata Asdar.
Meski begitu, tidak semua permohonan bisa diterima. Jika tidak memenuhi syarat, pengajuan langsung ditolak.
“Banyak yang mengira ribet, padahal lebih ke persoalan komunikasi. Faktanya, jumlah pengajuan terus naik,” tambahnya.
Asdar menegaskan, setelah rekomendasi diberikan, keputusan akhir tetap di tangan bank. Lembaga keuangan memiliki mekanisme dan penilaian tersendiri sesuai aturan perbankan.
“Kami hanya memverifikasi awal. Selanjutnya, bank yang menentukan lanjut atau tidaknya,” tegasnya.
Kredit Bontang Kreatif diharapkan tidak sekadar membuka akses modal, tapi juga menjadi pintu lahirnya wirausaha-wirausaha baru. Dengan dukungan pemerintah sebagai fasilitator, dan bank sebagai penyalur, UMKM Bontang diharapkan bisa tumbuh lebih sehat, terarah, dan berdaya saing. (fr)









