HARAPAN para orangtua agar anaknya bisa mengenakan seragam sekolah negeri di Balikpapan belum sepenuhnya pupus. Bagi calon siswa SD dan SMP yang sempat terjegal di tahap awal, pemerintah kota kini memberikan napas lega melalui kesempatan kedua yang tidak boleh dilewatkan.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi membuka SPMB Balikpapan jalur reguler untuk tahun ajaran 2026/2027. Menariknya, pintu kali ini dibuka lebar-lebar tanpa sekat wilayah karena calon murid diperbolehkan mendaftar secara lintas zonasi.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, meluruskan keresahan yang sempat menggelinding di tengah masyarakat. Dia menegaskan bahwa jalur ini bukan merupakan ajang seleksi ulang yang melelahkan, melainkan pemanfaatan sisa kuota yang belum terisi.
Menurut Irfan, jalur reguler merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada kursi kosong yang mubazir di sekolah negeri. Langkah ini menjadi angin segar bagi anak-anak yang sebelumnya tereliminasi di jalur afirmasi, mutasi, prestasi, maupun domisili.
“Pemberian kesempatan terbuka kepada seluruh masyarakat yang tidak terjaring di jalur sebelumnya. Itu bisa lintas zonasi,” ujar Irfan saat ditemui di Balikpapan, Selasa, 7 Juli 2026.
Melalui kebijakan ini, orangtua bisa langsung membidik sekolah negeri mana saja yang daya tampungnya belum terpenuhi. Pemerintah berharap optimalisasi kuota ini mampu mendongkrak akses pendidikan negeri yang merata bagi seluruh anak di Kota Minyak.
Proses pendaftaran sendiri sudah bergulir sejak Senin (6/7/2026) kemarin pukul 08.00 WITA. Mengingat waktu pendaftaran sangat pendek—hanya sampai Rabu, 8 Juli 2026—Disdikbud meminta orang tua bergerak cepat melengkapi berkas administrasi.
Hingga hari kedua pelaksanaan, Irfan mengklaim situasi di lapangan masih sangat kondusif tanpa ada gejolak berarti. Posko pengaduan yang disediakan juga belum menerima laporan miring dari masyarakat mengenai kendala sistem.
“Hari ini belum ada. Sampai dengan hari ini belum ada laporan keluhan,” tambah Irfan.
Meski begitu, Disdikbud menjamin ruang pengaduan tetap terbuka lebar demi menjaga transparansi. Jika ada warga yang mengendus ketidakberesan atau kecurangan selama proses penutupan SPMB ini, pemerintah berjanji akan langsung menyikatnya sesuai aturan hukum.
Jalur reguler ini menjadi babak pemungkas dari seluruh rangkaian penerimaan murid baru di Balikpapan. Setelah loket digital ditutup esok hari, seluruh gerbang sekolah negeri akan dikunci rapat untuk bersiap menyambut siswa baru di kelas. (*)














