SELAMA puluhan tahun, Kalimantan Timur (Kaltim) dikenal sebagai salah satu jantung energi Indonesia. Batu bara, minyak, dan gas dari daerah ini ikut menggerakkan roda ekonomi nasional.
Namun kini, Kaltim mulai menatap arah baru. Bukan lagi sekadar menjadi daerah penghasil sumber daya alam, tetapi bertransformasi menjadi pusat industri modern yang mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja berkualitas, dan daya saing di tingkat global.
Pesan itu mengemuka dalam pembukaan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series Balikpapan 2026 di BSCC Dome Balikpapan, Rabu (10/6/2026).
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menegaskan tantangan masa depan tidak lagi hanya soal memproduksi energi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana energi dan sumber daya yang dimiliki daerah dapat dikelola secara efisien, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
"Kita harus bergerak menuju industri yang lebih modern, lebih produktif, lebih ramah lingkungan, dan lebih kompetitif di tingkat global," ujar Bambang.
Menurut Bambang, transformasi industri bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Perubahan besar sedang berlangsung di berbagai belahan dunia. Digitalisasi semakin masif. Teknologi berkembang sangat cepat. Kecerdasan buatan mulai masuk ke hampir seluruh sektor industri. Pada saat yang sama, tuntutan terhadap efisiensi dan keberlanjutan terus meningkat.
Dalam situasi seperti itu, daerah yang mampu beradaptasi akan melaju lebih cepat. Sebaliknya, daerah yang terlambat berubah berisiko tertinggal.
Karena itu, Pemprov Kaltim terus mendorong penguatan hilirisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, hingga penciptaan iklim investasi yang sehat dan kompetitif.
"Kami ingin Kaltim tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil sumber daya alam. Kami ingin daerah ini juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, dan melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," katanya.
Bambang menilai transformasi industri tidak mungkin dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, penyedia teknologi, akademisi, hingga investor.
Menurutnya, forum seperti IEE Series menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai kepentingan tersebut dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
"Di sinilah ide, inovasi, investasi, dan kemitraan dapat tumbuh bersama," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan.
Kemajuan industri, kata dia, harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan hidup. Teknologi harus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Keberhasilan industri pun harus memberi manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh warga.
"Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan," tegasnya.
Perdana Digelar di Balikpapan
Di sisi lain, IEE Series Balikpapan 2026 mencatat antusiasme tinggi dari pelaku industri.
Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan ajang ini menjadi pameran dan forum industri pertambangan, migas, serta konstruksi pertama yang digelar di Balikpapan.
Lebih dari 100 perusahaan ikut ambil bagian dengan membawa lebih dari 200 merek dagang dari dalam dan luar negeri. Panitia juga menargetkan lebih dari 4.000 pengunjung profesional selama kegiatan berlangsung.
Menurut Hanung, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi Kalimantan sebagai pusat investasi, pengembangan teknologi, dan pertumbuhan bisnis di sektor energi maupun infrastruktur.
"Partisipasi yang luar biasa ini menunjukkan besarnya potensi Pulau Kalimantan dan sekitarnya sebagai pusat investasi, inovasi teknologi, serta pengembangan bisnis di sektor energi, sumber daya alam, dan infrastruktur," katanya.
Tak hanya menghadirkan pameran teknologi, kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi yang mempertemukan regulator, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, dan investor untuk mencari solusi atas berbagai tantangan industri.
Menariknya, penyelenggaraan IEE Series Balikpapan 2026 turut melibatkan vendor lokal, tenaga ahli, UMKM, hingga penyedia jasa pendukung dari Balikpapan dan sekitarnya. [RUL]
















