• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, April 4, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Mului, Pemburu-Peramu yang Tergerus Zaman di Hutan Kalimantan Timur

Suriadi Said by Suriadi Said
31 Mei 2022 | 19:29
Reading Time: 4 mins read
4
Mului, Pemburu-Peramu yang Tergerus Zaman di Hutan Kalimantan Timur

Salah satu perempuan suku Dayak di Paser, Kalimantan Timur.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Tradisi berburu dan meramu Dayak Paser Mului di Kalimantan Timur kian pudar. Pola konsumsi yang berubah dan beralihnya fungsi hutan memengaruhi dan mengancam hilangnya tradisi tersebut. Pola hidup masyarakat adat tersebut berpotensi bakal makin berubah karena dinamika pembangunan, termasuk rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke di Kalimantan Timur.

Perubahan pola hidup Dayak Paser Mului itu terlihat mencolok di meja makan. Saat sayur pakis yang diambil Jahan (53) di kaki Gunung Lumut kemudian dimasak dan dibumbui monosodium glutamate atau MSG. Ikan hasil memancing pun menemani sebagai lauk yang kuahnya juga dibumbui MSG.

PILIHAN REDAKSI

Penumpang Kapal DLN Terjun ke Laut di Paser, Tim SAR Temukan Korban Meninggal

Penumpang Kapal DLN Terjun ke Laut di Paser, Tim SAR Temukan Korban Meninggal

18 Maret 2026 | 19:56
Bandara Ujoh Bilang Mahulu Hampir Rampung, Siap Diresmikan Awal Februari 2026

Bandara Ujoh Bilang Mahulu Hampir Rampung, Siap Diresmikan Awal Februari 2026

8 Januari 2026 | 09:26

”Kalau pakai bumbu ini lebih praktis, rasanya juga enak,” ungkap mama Rodiah, yang memasak siang itu.

Tak hanya di meja makan. Saat siang menghangatkan Dusun Mului, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur itu, Umi (19) bersama adiknya, Agus (12), asyik menyantap jeruk bali, buah tangan pamannya saat berkunjung ke desa sebelah. Karena belum matang betul, Umi menambahkan rujak jeruk siang itu dengan micin, garam, gula, dan cabai.

”Supaya rasa asamnya jeruk ini tidak terlalu terasa,” kata Umi mengutip kompas.id

Menurut Kepala Adat Dayak Mului Jidan, kebiasaan menggunakan garam dan gula bungkus sudah jadi kebiasaan sejak mereka mulai menetap di lokasi dusun yang sekarang. Jaraknya lebih kurang 300 kilometer dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

”Dulu waktu masih pindah-pindah di hutan, ya, tidak ada gula atau bumbu begitu. Sekarang, kan, ada warung yang menjual itu semua,” ungkap Jidan.

Selain MSG, mereka juga boros menggunakan garam dan gula. Rata-rata masakan mereka begitu asin, sedangkan kopi atau teh menjadi teramat manis. Padahal, hingga sekitar tahun 1979, sebelum pemerintah meminta mereka menetap, jangankan MSG, orang Dayak Paser Mului belum mengenal gula, bahkan garam pun jarang dipakai. Sebagai pemanis, mereka saat itu menggunakan madu hutan.

MULUI
Salah satu perempuan suku Dayak Paser Mului menyiapkan sayur pakis yang dibawa dari hutan untuk dimasak dan dimakan bersama di Desa Swan Slotung, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Sabtu (13/3/2021). [kompas]
Pola konsumsi yang berubah itu dinilai memiliki banyak faktor. Tradisi berburu dan meramu kian tergeser mengikuti pola hidup modern seiring dibukanya jalan ke Dusun Mului. Sekitar awal tahun 1980-an, perusahaan kayu membuka jalan ke sekitar daerah itu untuk memudahkan membawa kayu. Kini, jalan itu digunakan juga siapa saja dari pusat kecamatan untuk berdagang produk-produk modern.

Hal serupa juga terjadi pada keluarga Kamri (29), warga Desa Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, sekitar 95 kilometer dari Dusun Mului. Lokasi rumah Kamri tak jauh dari tempat Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi yang bakal menjadi ibu kota negara yang baru.

Sebagian kawasan Kecamatan Sepaku yang beririsan dengan Kecamatan Samboja dan Kecamatan Muara Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara ditunjuk Presiden sebagai kawasan calon ibu kota negara baru. Direncanakan pembangunan mulai tahun ini dan pada 2024 pemindahan ibu kota sudah dimulai.

Di tengah isu pemindahan ibu kota itu, Kamri hingga kini masih suka berburu kijang meski akhir-akhir ini kian sulit mendapatkannya. Namun, kebiasaan pergi ke hutan untuk berburu tidak bisa lepas. Jika dulu ia dan orangtuanya berburu menggunakan tombak atau sumpit (sebagian Dayak menyebutnya Sipet), saat ini ia memanggul senapannya ke sana kemari.

”Kalau sekarang berburu, ya, di sisa-sisa hutan yang ada saja, kadang mencari madu, kadang cari burung,” ungkap Kamri.

Ia mengenang kembali sebelum perusahaan Hutan Tanaman Industri masuk. Sekeliling rumahnya hutan lebat, kakek dan ayahnya masih sering berburu, lalu ibunya, Khalifah (50), memasak hasil buruan yang jika banyak bakal dibagikan ke tetangga.

Khalifah pun tak lupa berbagai jenis daun-daunan yang bisa digunakan untuk menggantikan MSG. Daun ini memiliki nama berbeda hampir di tiap wilayah di Pulau Kalimantan, mulai dari sungkai, sokai, ngkubah, dan sangkubak. Masih banyak juga sayuran yang kerap ia ambil sendiri ke hutan, seperti rotan muda dan daun pakis.

”Sekarang sudah tidak bisa. Kalau cari sayur di hutan sudah sangat sulit,” kata Halifah.

MULUI1
Jahan (53), salah satu warga suku Dayak Paser Mului, beristirahat di tepi Sungai Mului di Desa Swan Slotung, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Sabtu (13/3/2021). Sebagai penjaga hutan adat seluas 7.803 hektar, setiap bulan ia berkeliling hutan adat untuk memastikan tak ada yang merambah hutan sukunya. [kompas/sucipto]
Hutan dikapling

Kondisi tersebut sejalan dengan berbagai macam izin pengelolaan lahan di Kalimantan Timur yang sudah diberikan pemerintah sejak puluhan tahun lalu. Hal itu membuat ruang gerak masyarakat yang bergantung alam dan hutan seperti Halifah dan keluarga, perlahan tersingkir. Ruang hidupnya menyempit.

Total luas daratan Kalimantan Timur tercatat sekitar 12,7 juta hektar. Sejak tahun 1970-an akhir, hutan di Kaltim sudah dikapling dan dikelola berbagai perusahaan. Dinas Kehutanan Kalimantan Timur mencatat, luas konsesi hutan di Kaltim saat ini sekitar 3,9 juta hektare dan izin untuk hutan tanaman industri sekitar 1,5 juta hektare.

Selain itu, daratan Kaltim juga sudah dikapling izin pertambangan yang mulai marak di awal tahun 2000. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltim mencatat, terdapat 1.404 izin usaha pertambangan (IUP) yang dikeluarkan pemerintah daerah dengan luas sekitar 4,1 juta hektar. Adapun kontrak Pemegang Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang dikeluarkan pemerintah pusat berjumlah 30 izin dengan luas 1 juta hektar.

Dengan demikian, total luas lahan dengan izin perkebunan, pertambangan, dan perkebunan mencapai 10,5 juta hektar atau sekitar 82 persen dari total luas daratan Kaltim. Daratan yang tersisa sekitar 2,2 juta hektar atau sekitar 18 persen. Itu semua belum termasuk lahan yang dikeruk secara ilegal.

Di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, misalnya. Pada Oktober 2019, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Wilayah (BWS) Sungai Kalimantan III, pengelola Waduk Samboja, mendapati aktivitas tambang ilegal di kawasan hijau sisi barat Waduk Samboja, sumber air baku sekitar seribu warga di sekitarnya.

MULUI2
Pesut atau Orcaella brevirostris terlihat di perairan teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (10/3/2021). Pesut di Teluk Balikpapan diidentifikasi memiliki DNA yang berbeda dengan pesut di sungai Mahakam, Kota Samarinda. [kompas/sucipto]
Kawasan hijau itu merupakan area konservasi untuk menjaga mutu air. Saat itu, kawasan yang ditambang secara ilegal sekitar 3 hektar dan ditinggalkan menganga begitu saja. Kepala Desa Karya Jaya Wahidin mengatakan, air itu dialirkan ke setiap rumah warga, lahan pertanian, sekolah, dan tempat ibadah.

”Yang kami khawatirkan, jika hujan, limbah tambang masuk ke waduk dan mencemari sumber air kami. Sebab, untuk membuat sumur, di tempat kami sulit mendapat air bagus karena banyak lapisan batu bara,” kata Wahidin.

Warga seperti Wahidin secara tidak langsung berpesan agar pembangunan apa pun di wilayah mereka akan serta merta memperbaiki kualitas lingkungan alam sekaligus kehidupan masyarakat. Untuk itu, suara warga harus diakomodasi dalam perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan di wilayah mereka. **

Tags: Dayak Paser MuluiHeadlineKalimantan TimurPaserSuku Dayak
Previous Post

Ini Alasan Kenapa Perlu Baca Surat Al Mulk sebelum Tidur

Next Post

Kefasihan dari Diam

BACA JUGA

Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

3 April 2026 | 20:30
IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daraan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak Libur Lebaran, 62.500 Pengunjung Padati IKN dalam Sehari

IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak

3 April 2026 | 20:18
Kukar Siap Gelar MTQH ke-46 Kaltim November 2026, 13 Lokasi Strategis Disiapkan

Kukar Siap Gelar MTQH ke-46 Kaltim November 2026, 13 Lokasi Strategis Disiapkan

3 April 2026 | 09:57
Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

2 April 2026 | 22:24
Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

2 April 2026 | 17:08
Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

1 April 2026 | 20:24
Next Post
Pandemi Covid-19 Menguji Kualitas Pemimpin

Kefasihan dari Diam

Comments 4

  1. Ping-balik: Menulusuri Pencarian Minyak di Kutai Kartanegara - pranala.co
  2. Ping-balik: Begini Upaya Kaltim Menyelamatkan 6,5 Juta Hektare Hutan - pranala.co
  3. Ping-balik: Golkar Kaltim Diminta Segera Serahkan Aset karena Temuan BPK sejak 2013 - pranala.co
  4. Ping-balik: Makpong Masih Tersesat di Hutan Muara Kaman, 7 Rekannya Sudah Dievakuasi - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24

Terbaru

Remaja 19 Tahun Ditangkap, Tiga Kali Jambret di Samarinda

Remaja 19 Tahun Ditangkap, Tiga Kali Jambret di Samarinda

4 April 2026 | 00:10
Diduga Serangan Jantung, Kuli Bangunan di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa

Diduga Serangan Jantung, Kuli Bangunan di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa

3 April 2026 | 23:52
Halal Bihalal Polres Bontang, Ustaz Das’ad Latif Soroti Nilai Ibadah dari Tugas Polisi

Halal Bihalal Polres Bontang, Ustaz Das’ad Latif Soroti Nilai Ibadah dari Tugas Polisi

3 April 2026 | 22:22
Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved