BONTANG, Pranala.co — Peredaran narkotika terus berubah wajah. Jika dulu identik dengan cara-cara konvensional, kini para pelaku mulai menggunakan berbagai modus baru yang lebih sulit dikenali.
Salah satunya terungkap di Bontang. Narkotika disamarkan dalam bungkus permen—cara yang sekilas tampak sederhana, tetapi efektif mengecoh pengawasan. Modus ini terungkap dari barang bukti yang dimusnahkan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang.
Kapolres Bontang, Widho Andiani, menegaskan bahwa aparat tidak tinggal diam menghadapi perkembangan tersebut.
“Kami terus mengumpulkan informasi. Modus yang muncul di luar daerah kami pelajari, sehingga jika terjadi di Bontang, kami sudah siap,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Menurut Widho, peredaran narkotika kini seperti permainan kejar-kejaran. Pelaku terus berinovasi mencari celah, sementara aparat dituntut bergerak lebih cepat dan adaptif.
Untuk itu, Polres Bontang aktif menjalin komunikasi dengan berbagai aparat penegak hukum. Pertukaran informasi menjadi kunci dalam mengikuti pola peredaran yang terus berubah.
“Ini seperti kejar-kejaran. Mereka mencari cara baru, kami juga harus selangkah lebih maju,” katanya.
Selain penyamaran dalam kemasan, tren lain yang mulai menjadi perhatian adalah penggunaan rokok elektrik atau vape sebagai media konsumsi narkotika.
Fenomena ini dinilai cukup mengkhawatirkan, mengingat pengguna vape didominasi kalangan muda.
Kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) masih melakukan kajian terkait potensi penyalahgunaan tersebut, termasuk dampaknya di masyarakat.
“Kami masih mengkaji dan melihat berbagai aspek. Tentu juga akan mengikuti arahan dari pusat,” jelas Widho.
Menghadapi situasi ini, langkah pencegahan menjadi prioritas. Kepolisian bersama BNN dan pemerintah daerah berencana meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.
Edukasi akan difokuskan pada peningkatan kesadaran publik, khususnya di lingkungan sekolah, perkantoran, dan ruang-ruang publik.
Masyarakat diimbau untuk tidak hanya mengenali narkotika dalam bentuk umum, tetapi juga memahami berbagai modus baru yang semakin sulit dikenali.
Di sisi lain, pengawasan di titik-titik yang diduga menjadi jalur transit peredaran narkotika juga terus diperketat.
Lokasi-lokasi persinggahan kerap dimanfaatkan pelaku untuk menghindari deteksi. Karena itu, pengawasan lintas wilayah menjadi bagian penting dalam strategi penindakan.
Dengan kolaborasi lintas instansi dan komunikasi yang intensif, aparat berupaya mempersempit ruang gerak para pelaku.
“Kewaspadaan masyarakat sangat penting. Semakin canggih modusnya, semakin kita harus peduli dan peka terhadap lingkungan,” tegas Kapolres Bontang, Widho Andiani. [fr]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami




















