WARGA Jalan Siaga Dalam, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota dikejutkan penemuan jasad lanjut usia (lansia) yang terbujur kaku di dalam rumahnya, Kamis (28/05/2026) malam.
Korban yang diketahui berinisial H, kakek berusia 69 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi memprihatinkan. Kejadian ini langsung memicu respons cepat dari aparat kepolisian setelah menerima laporan darurat dari masyarakat setempat.
Aroma mencurigakan dan pintu rumah yang tertutup rapat memicu kecurigaan warga sekira pukul 18.20 WITA. Begitu mendapati korban sudah tidak bernyawa, warga langsung menghubungi pihak berwajib untuk meminta pertolongan.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Korps Brimob Polda Kaltim bergerak tanpa menunda waktu. Personel Batalyon A Pelopor bersama Tim Pammat Ditsamapta Polda Kaltim langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Langkah taktis segera diambil petugas guna mengantisipasi kerumunan warga yang mulai memadati sekitar area rumah nomor 22 tersebut. Proses evakuasi pun harus dilakukan dengan ekstra hati-hati mengingat medan di sekitar pemukiman yang cukup padat.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel Sat Brimob dan Tim Pammat Ditsamapta langsung bergerak menuju lokasi. Ini bentuk komitmen kami untuk selalu hadir memberikan pelayanan di tengah situasi kedaruratan,” kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto saat memberikan keterangan tertulis.
Perwira melati tiga tersebut menambahkan, seluruh proses penanganan di lapangan mengedepankan sisi humanis. Polisi tidak ingin proses evakuasi ini menimbulkan kepanikan berlebih bagi warga sekitar yang masih syok.
“Kami bersinergi dengan unsur TNI, rekan-rekan relawan, dan tim ambulans agar seluruh proses berjalan tertib sesuai prosedur. Situasi di sekitar lokasi dipastikan tetap kondusif,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian kakek H masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh tim jajaran Polres setempat. Polisi juga telah memasang garis kuning di sekitar lokasi untuk keperluan olah TKP.
Pihak Polda Kaltim meminta publik untuk tidak menyebarkan spekulasi liar atau foto-foto kondisi korban di media sosial. Hal ini penting dilakukan guna menghormati keluarga korban yang sedang berduka. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















