• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 1, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Karungut, Lantunan Puisi Penuh Makna dari Suku Dayak Ngaju

Suriadi Said by Suriadi Said
20 Mei 2022 | 18:37
Reading Time: 3 mins read
1
Karungut, Lantunan Puisi Penuh Makna dari Suku Dayak Ngaju

Pertunjukan Karungut di Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2016 © Bombasticborneo.com

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Karungut merupakan kesenian tradisional masyarakat Dayak Ngaju yang telah ada ratusan tahun yang lalu. Jika Kawan pernah mendengar orang berpantun atau bergurindam, karungut begitu mirip dengan kedua hal tersebut.

Bedanya, karungut dilantunkan dengan iringan musik dan instrumen khas Dayak Ngaju. Kata “karungut” sendiri berasal dari bahasa Sangiang dan bahasa Sangen, bahasa yang digunakan oleh masyarakat Dayak Ngaju kuno yang artinya adalah “Tembang”.

PILIHAN REDAKSI

Menanti Nasib 6 Ribu Jiwa Dayak Wehea Kutim Raih Pengakuan Adat Tahun Ini

Menanti Nasib 6 Ribu Jiwa Dayak Wehea Kutim Raih Pengakuan Adat Tahun Ini

18 Juni 2026 | 18:32
Bandara Ujoh Bilang Mahulu Hampir Rampung, Siap Diresmikan Awal Februari 2026

Bandara Ujoh Bilang Mahulu Hampir Rampung, Siap Diresmikan Awal Februari 2026

8 Januari 2026 | 09:26

Awal mula karungut berhubungan erat dengan kendayu, yaitu tembang atau puji-pujian di dalam agama Hindu Kaharingan, kepercayaan nenek-moyang Suku Dayak.

Ketika para wanita Dayak hendak menidurkan anaknya, mereka akan melantunkan kendayu dengan cara bernyanyi atau bersenandung agar anak mereka dapat tertidur dengan cepat dan pulas.

Ibarat lagu “Nina Bobo” yang begitu populer di Indonesia, kendayu adalah senandung pengantar tidur yang diandalkan oleh masyarakat Dayak Ngaju pada dahulu kala.

Kemudian, kendayu pun mulai mengalami perubahan. Tembang yang dahulu digunakan sebagai media pengantar tidur anak-anak Dayak, kini telah menjelma menjadi sebuah tembang yang digunakan untuk menyampaikan pesan kebajikan dan petuah kepada siapa pun yang mendengarnya, yaitu karungut.

Alunan Kecapi dan Lantunan Karungut

Melantunkan karungut tidak akan lengkap jika tidak diiringi dengan petikan kecapi khas Dayak Ngaju. Orang yang melantunkan Karungut disebut sebagai pangarungut. Sembari pangarungut bersenandung, jari-jemarinya pun dengan lincah memetik dawai-dawai kecapi.

Bahkan, ketika karungut ditampilkan pada acara-acara adat ataupun penyambutan tamu kehormatan. Instrumen yang digunakan akan lebih lengkap, seperti gong, gendang, suling, dan tentu saja kecapi.

Apakah untuk acara besar saja? Tentu tidak. Karungut pun dapat dilantunkan sendirian. Ketika pangarungut ingin melepas penat setelah bekerja ataupun untuk menghabiskan waktu, mereka dapat melantunkan karungut dengan iringan kecapi.

Liriknya pun dapat diciptakan secara spontan selama tidak menyimpang dari aturan yang telah ada di dalam masyarakat Dayak Ngaju. Biasanya, lirik dalam Karungut memiliki pola yang mirip dengan pantun dan paling sedikit terdiri dari satu bait.

Karungut 1
Para pemain Karungut dan seorang Pangarungut | Foto: Direktorat Jenderal Kebudayaan/Kemdikbud.go.id

Para pelantun karungut dapat menciptakan lirik yang bercerita tentang apapun, bahkan jika lirik tersebut berbicara tentang curahan hati, cinta, nasihat, bahkan kisah seseorang yang dianggap sebagai legenda oleh masyarakat.

Maka dari itu, karungut pun terbagi menjadi beberapa bagian. Ada karungut yang melantunkan lirik tentang cinta, lalu mengajarkan tentang nasihat, dan menceritakan kembali legenda tokoh Dayak yang terkenal, dengan harapan para pendengar dapat mengambil kebaikan dari tokoh tersebut.

Karungut dan Nilai Kebaikan

Bagi masyarakat Dayak Ngaju, kesenian karungut tidak hanya berbicara tentang lirik yang indah dan eloknya petikan kecapi yang dimainkan pangarungut. Akan tetapi, lebih dari itu, karungut digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan juga kebajikan kepada pendengarnya. Suatu nilai yang berguna untuk kehidupan saat ini dan yang akan datang.

Nilai-nilai tersebut dapat kita temukan di dalam kehidupan sehari-hari. Namun, begitu jarang untuk kita lakukan. Contohnya, nilai untuk menghargai lingkungan dengan cara merawat hutan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak mengotori sungai karena manusia membutuhkan alam untuk bertahan di dalam kehidupan.

Selain itu, ada juga lirik yang mengajarkan tentang kebersamaan dan saling menghormati sebagai bangsa Indonesia dengan cara menghormati setiap perbedaan dan kepercayaan yang diyakini oleh sesama anak bangsa. Mencintai budaya dan melestarikannya juga termasuk salah satu nilai kebaikan yang kerap kali disampaikan melalui Karungut, terutama bagi para pemuda-pemudi Dayak Ngaju yang hidup di tengah-tengah era globalisasi 4.0 ini.

Kesenian karungut merupakan salah satu kekayaan budaya yang perlu untuk kita lestarikan. Di balik lantunan yang indah, petikan kecapi yang memukau, ada pesan-pesan kebaikan serta kebajikan yang dapat menjadi bekal bagi pendengar untuk menghadapi kehidupan saat ini dan akan datang.*

 

Referensi: Kemdikbud.go.id | Genpi.id | Karungut dan Masyarakat Dayak Ngaju

Tags: breaking newsHeadlineKalimantan TengahKarungutSuku DayakSuku Dayak Ngaju
Previous Post

INFOGRAFIS: Makna Riasan Paes Pengantin Jawa

Next Post

Calon Jemaah Haji Belum Vaksin Covid 2 Kali Batal Berangkat!

BACA JUGA

Modal Jual Tanah untuk Bisnis Sabu, Pria Lok Tuan, Bontang Diciduk Bareng Senpi

Modal Jual Tanah untuk Bisnis Sabu, Pria Lok Tuan, Bontang Diciduk Bareng Senpi

1 Juli 2026 | 15:43
Catat PNS! BKD Kaltim Ungkap Syarat Mutlak Naik Jabatan Fungsional 234 PNS Kaltim Dilantik, Gubernur Ingatkan Beban di Era Digital

Catat PNS! BKD Kaltim Ungkap Syarat Mutlak Naik Jabatan Fungsional

1 Juli 2026 | 13:34
Diguyur Hujan, Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kaltim di Balikpapan Berlangsung Khidmat

Diguyur Hujan, Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kaltim di Balikpapan Berlangsung Khidmat

1 Juli 2026 | 13:26
Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

1 Juli 2026 | 12:23
Bikin Lansia Guntung Berdaya, Pupuk Kaltim Sabet Penghargaan Internasional AREA 2026

Bikin Lansia Guntung Berdaya, Pupuk Kaltim Sabet Penghargaan Internasional AREA 2026

1 Juli 2026 | 10:17
Nekat! Wanita Ini Selundupkan Ponsel di Sepatu Demi Calon Suami di Rutan Balikpapan

Nekat! Wanita Ini Selundupkan Ponsel di Sepatu Demi Calon Suami di Rutan Balikpapan

1 Juli 2026 | 10:03
Next Post
40 Calhaj asal Samarinda Belum Divaksin

Calon Jemaah Haji Belum Vaksin Covid 2 Kali Batal Berangkat!

Comments 1

  1. Ping-balik: Cantik Ala Suku Dayak yang Kian Punah - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim

29 Juni 2026 | 19:19
Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

28 Juni 2026 | 13:41
Sekolah Favorit di Kutim Overkapasitas, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah Kutai Timur Siapkan Sekolah Rujukan Google di Sangatta

Sekolah Favorit di Kutim Overload, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah

28 Juni 2026 | 13:41

Terbaru

Keren! Petani Bontang Binaan Badak LNG Kini Bisa Racik Pupuk Mahal dari Bahan Sisa

Keren! Petani Bontang Binaan Badak LNG Kini Bisa Racik Pupuk Mahal dari Bahan Sisa

1 Juli 2026 | 15:57
Modal Jual Tanah untuk Bisnis Sabu, Pria Lok Tuan, Bontang Diciduk Bareng Senpi

Modal Jual Tanah untuk Bisnis Sabu, Pria Lok Tuan, Bontang Diciduk Bareng Senpi

1 Juli 2026 | 15:43
Catat PNS! BKD Kaltim Ungkap Syarat Mutlak Naik Jabatan Fungsional 234 PNS Kaltim Dilantik, Gubernur Ingatkan Beban di Era Digital

Catat PNS! BKD Kaltim Ungkap Syarat Mutlak Naik Jabatan Fungsional

1 Juli 2026 | 13:34
Diguyur Hujan, Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kaltim di Balikpapan Berlangsung Khidmat

Diguyur Hujan, Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kaltim di Balikpapan Berlangsung Khidmat

1 Juli 2026 | 13:26
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved