Kapan dan Siapa Penerima Vaksin Covid-19 di Kalimantan Timur?

Petugas medis mengambil sampel lendir seorang warga saat swab test di kawasan Gayungan, Surabaya, Rabu (12/8). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

PRANALA.CO, Samarinda – Penyebaran virus corona atau COVID-19 di Kaltim memang belum selesai. Hingga kini masih terjadi, itu sebab warga selalu diminta berjaga dengan taat protokol kesehatan (prokes). Syukurnya waswas itu kini bisa berkurang dengan adanya vaksin pada Desember mendatang.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Prov Kaltim, dr. Padilah Mante Runa melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) (P2P) Dinas Kesehatan Kaltim, Setyo Budi Basuki menjelaskan vaksin akhir Desember tahun ini dipastikan vaksin sudah tersedia.

Kepastian tersebut muncul setelah adanya surat dari Kementerian Kesehatan yang menyebutkan bahwa Provinsi Kaltim akan menerima 2,2 juta vaksin Covid. “Sesuai surat Kementerian Kesehatan, Provinsi Kaltim akan menerima 2,2 juta vaksin COVID-19,” tegasnya usai pembinaan seminar kesehatan di Ruang Tepian II Kantor Gubernur Kaltim, Senin 16 November 2020.

Pemprov Kaltim juga telah menetapkan sasaran vaksin. Antara lain, mereka yang melayani program kesehatan, baik pemerintah, TNI dan Polri, penerima bantuan iuran (PBI) berusia dari 18-59 tahun. Menurut Setyo Budi Basuki, data penerima vaksin yang diperlukan by name by address. Karena itu, sosialisasi sudah dilakukan ke kabupaten dan kota.

“Saat ini Diskes memerlukan data dari kabupaten dan kota. Kalau data cepat diterima, maka akan lebih mudah merealisasikan vaksinnya,” sebutnya.

Dengan adanya vaksin ini, kata dia, masyarakat yang terdaftar oleh pemerintah setempat bisa menerima dan jangan takut diberikan vaksin. Besar harapan vaksin ini mencegah penularan virus corona di tengah warga.

“Dan terpenting di tengah keluarga,” tuturnya.

Dia juga berharap, agar warga tak pernah menganggap remah virus corona. Tetap taat dengan protokol kesehatan. Terlebih saat berada di luar rumah. Dengan menerapkan prokes penyebaran wabah bisa dicegah. Mudah saja, mulai dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Mari menjaga diri dan sesama,” ajaknya.

 

 

[fr]

More Stories
Komisi III DPRD Bontang Panggil Badak LNG