Kamar Isolasi Penuh, RSUD Kudungga Kutim Tambah 31 Ruang

Direktur RSUD Kudungga Kutim, dr Anik Istiyandari.

PERKEMBANGAN kasus Covid-19 di Kutai Timur terus meningkat. Hal ini memaksa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, Kutim menambah 31 ruang isolasi rawat inap khusus bagi pasien gejala COVID-19.

Namun saat ini baru difungsikan 14 tempat tidur dan sebagian sudah ditempati pasien diagnosa gejala COVID-19. Sementara sisanya akan bertahap dipersiapkan, mengingat sebagai ruang isolasi rawat inap penanganan COVID-19, memang memiliki persyaratan khusus

Penambahan ruangan ini disebabkan ruang isolasi Safir berkapasitas 15 tempat tidur yang memang disiapkan dari awal sudah terisi penuh. Sementara, pasien gejala COVID-19 yang menjalani rawat inap terus mengalami penambahan.

“Jadi kami harus menambah gedung atau lokal baru yang dijadikan sebagai ruang isolasi khusus penanganan COVID-19,” jelas Direktur RSUD Kudungga Kutim, dr Anik Istiyandari kepada awak media, Kamis (16/4).

Hingga saat ini, sambung Anik, pihaknya telah merawat 19 orang pasien dengan diagnosa terkonfirmasi positif COVID-19, maupun mengarah gejala COVId-19 yang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Sementara dari keseluruhan dirawat inap, 14 orang positif dari hasil Rapid testnya dan kini masih menunggu proses test swab.

“Saat ini kami rawat dan isolasi, ada sembilan belas orang. Mulai yang terkonfirmasi positif, maupun yang mengarah gejala COVId-19 dengan status ODP (Orang Dalam Pemantauan, red) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan, red),” bebernya.

Adanya penambahan ruang rawat inap ini, otomatis membutuhkan penambahan tenaga perawat pula. Diperkirakan membutuhkan 20 orang perawat lagi. Sementara saat ini, tenaga perawat bertugas pada instalasi khusus COVID-19 RSUD Kudungga berjumlah 42 orang.

Lanjut Anik, saat ini sudah ada 10 orang perawat melamar ke RSUD Kudungga sebagai relawan. “Semoga bisa segera diproses oleh Pemkab Kutim sebagai TK2D (Tenaga Kerja Kontrak Daerah, red) dan segera difungsikan di ruang isolasi khusus COVID-19,” terangnya

Dia pun berharap kebutuhan tenaga perawat secara bertahap akan dipenuhi. Tenaga perawat yang ada berjumlah 42 orang ini, belum termasuk tenaga laboratorium, ahli gizi, khusus radiologi serta petugas kebersihan. Jika ditotal keseluruhannya lebih dari 100 orang. Semuanya kini menjalani karantina khusus tenaga COVI-19 di wisma Diklat BKPP Kutim. (*)

More Stories
Punya Hobi Baru Bersepeda saat Pandemi, Ketua DPRD Sudah Jajal Gunung di Kaltim