Kaltim Bukan Daerah Prioritas Pembagian Vaksin COVID-19 

Profesor Gustavo Romero, selaku koordinator riset vaksin Covid-19 di Brasil, menunjukkan vaksin Sinovac asal China dalam uji klinis fase 3 di Rumah Sakit Universitas Brasilia, di Brasilia, Brasil, 5 Agustus 2020. (AEP FOTO)

PRANALA.CO, Balikpapan – Hanya 10 Provinsi di Indonesia bakal jadi prioritas pembagian vaksin COVID-19. Sebagian besar berada di pulau Jawa. Sedangkan Kalimantan Timur yang menempati peringkat 8 nasional dengan jumlah kasus covid-19 mencapai 15.606 kasus tidak termasuk.

“Adapun 10 daerah jadi prioritas, beberapa kota ada di Pulau Jawa, kecuali Daerah Istimewa Yogyakarta dan Banten. Kemudian Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua. Termasuk daerah tambahan yaitu, Bali, Aceh, dan Riau,” ujar Ketua Satgas Penanganan covid-19, Letjend TNI Doni Monardo usai memimpin Rapat rapat kordinasi Satgas Penanganan Covid-19 di Balikpapan, Senin (9/11).

Doni mengatakan, saat ini data perkembangan terakhir kasus COVID-19 di beberapa kota dengan angka kasus yang tinggi sekarang mengalami pelandaian yang cukup signifikan.

“Seperti misalnya di Kalsel, Sulsel dan Jatim, saat ini sudah menurun kasusnya,” jelasnya.

Namun demikian, belum bisa memastikan kapan vaksin terkait COVID-19 bisa didistribusikan ke setiap daerah. Ia meminta agar masyarakat bisa lebih sabar dan menunggu, sembari mengikuti perkembangan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional melalui Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat, baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat bisa bersinergi, untuk saling bekerja sama melakukan sosialisasi dan mengingatkan penerapan disiplin protokol kesehatan Corona atau COVID-19.

“Presiden juga bilang sebelum vaksin diberikan kepada masyarakat, maka vaksin terbaik adalah patuh terhadap prokes,” tegasnya.

Kunjungan kerja yang dilakukan Ketua Satgas Penanganan covid-19, Letjend TNI Doni Monardo ke Kaltim bertujuan untuk mendengar laporan Satgas Covid-19 dan strategi penanganan ke depan melalui platform daring.

Terutama dari Gubernur Kaltim, Pangdam VI Mulawarman, dan Kapolda Kaltim yang diwakili oleh Wakapolda Kaltim. Dari Gugus Tugas COVID-19 Balikpapan.

Hadir dalam agenda adalah Wali Kota Balikpapan, Kapolresta Balikpapan, Dandim 0905 Balikpapan, Kasatpol PP Balikpapan, dan Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan.

“Di Kaltim berdasarkan hasil survei yang dilakukan Satgas Penanganan COVID-19, masih terdapat angka 14 persen warga Kaltim yang tidak percaya dengan adanya virus COVID-19 ini, dan ini tugas bersama untuk menyadarkan masyarakat,” tutupnya.

 

 

[dw]

More Stories
UPDATE! Satu Warga Kelay Positif Covid-19, Total Ada 20 Kasus di Berau