Indonesia Terima US$ 100 juta untuk Kurangi Emisi Karbon di Kaltim

Ilustrasi hutan.

PRANALA.CO, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia menerima dana US$ 100 juta untuk upaya penurunan emisi karbon deforestasi dan degradasi hutan hingga 2025. Dana ini adalah hasil kesepakatan KLHK dengan Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan (Forest Carbon Partnership Facility/FCPF) yang dikelola Bank Dunia.

Dengan diberlakukannya Kesepakatan Pembayaran Pengurangan Emisi (ERPA) ini, Indonesia akan menerima pembayaran berbasis hasil untuk mengurangi 22 juta ton emisi karbon di provinsi Kalimantan Timur.

Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono mengatakan kesepakatan ini merupakan bukti kerja keras Indonesia dalam upaya pengurangan deforestasi dan melindungi hutan.

“Namun, upaya kami tidak akan berhenti sampai di sini. Program ini telah membangun momentum positif dan mendukung kesempatan kolaborasi lintas pemerintah, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan pelaku usaha,” ujarnya.

Meskipun penurunan emisi di lapangan akan dilakukan di satu provinsi, Bambang menyebut, hasilnya akan membantu untuk mencapai tujuan Indonesia untuk mengurangi deforestasi dan degradasi, mengatasi dampak perubahan iklim, dan menempatkan Indonesia di jalur pembangunan hijau.

Program Pengurangan Emisi Indonesia di provinsi Kalimantan Timur, yang memiliki populasi sekitar 3,5 juta, bertujuan untuk menurunkan laju deforestasi dan degradasi hutan di 12,7 juta hektar lahan yang kaya akan hutan hujan tropis dan keanekaragaman hayati.

Program ini juga akan mendukung perbaikan tata kelola lahan dan mata pencaharian lokal, dan melindungi habitat berbagai spesies yang rentan dan terancam punah melalui kegiatan seperti perbaikan perizinan kehutanan, peningkatan jumlah perkebunan skala kecil, dan mendukung perencanaan berbasis masyarakat.

“Kesepakatan untuk pengurangan emisi karbon di Kalimantan Timur ini adalah bukti upaya Indonesia dalam melindungi dan mengelola hutan tropis secara berkelanjutan, di mana hutan tropis memiliki peran yang penting dalam skala global,” ujar Satu Kahkonen, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste.

Satu menuturkan, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi hingga 41% emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 serta mempercepat pembangunan berkelanjutan dalam rencana pembangunan nasionalnya. [km]

More Stories
Tips Aman Belanja ke Supermarket saat Wabah Corona