SAMARINDA, Pranala.co — Langit masih gelap ketika Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, melangkah masuk ke Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda untuk salat subuh berjemaah, Kamis (15/5/2025) pagi. Namun, semangatnya justru terang-benderang.
Di hadapan para jemaah, Rudy menyampaikan harapan besarnya: menjadikan masjid kebanggaan masyarakat Samarinda itu sebagai destinasi wisata religius bertaraf nasional dan bahkan internasional.
“Masjid ini harus jadi yang paling bagus, karena bukan hanya tempat ibadah, tapi juga tempat orang berkunjung dari berbagai penjuru. Harus bersih, nyaman, dan fasilitasnya berfungsi semua,” ujar Gubernur Rudy usai salat subuh.
Tak hanya datang untuk salat, Rudy Mas’ud juga menyempatkan diri meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana masjid, mulai dari toilet, AC, eskalator, hingga lift.
Ia bahkan memimpin rapat bersama pengurus Badan Pengelola Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, para asisten, dan kepala OPD lingkup Pemprov Kaltim.
“Ini bukan kunjungan kebetulan. Semuanya direncanakan. Dan sesuatu yang direncanakan itu selalu lebih baik,” tegasnya.
Menurut Rudy, jika Masjid Baitul Muttaqien ingin bersaing sebagai tujuan wisata religi kelas dunia, maka pemeliharaan fasilitas harus dilakukan secara menyeluruh dan profesional. Ia menyoroti pentingnya perawatan rutin atau maintenance terhadap berbagai fasilitas yang sempat rusak atau tak berfungsi.
“Sound system harus jelas. AC harus dingin. Eskalator dan lift harus jalan. Itu semua bukan barang baru, dan pernah berfungsi. Artinya, bisa difungsikan kembali jika dirawat dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar sistem kerja pengelolaan masjid dimodernisasi. Termasuk soal kebersihan masjid yang luas itu, Rudy menyarankan agar dilakukan dengan sistem mekanisasi, bukan lagi manual. Hal ini menurutnya penting agar standar pelayanan dan kenyamanan pengunjung bisa terus terjaga.
“Masjid ini punya potensi besar untuk jadi destinasi wisata religius terbaik, tidak hanya di Kalimantan Timur, tapi Indonesia dan bahkan dunia. Saya ingin itu terwujud,” tutur Rudy.
Sebagai ikon religi dan arsitektur di Samarinda, Masjid Islamic Center memang memiliki daya tarik luar biasa. Dari kejauhan, menara megahnya menjulang di pinggir Sungai Mahakam, memantulkan cahaya keemasan saat pagi dan senja. Namun potensi luar biasa itu akan sia-sia bila tidak dibarengi pengelolaan yang profesional. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami




















Comments 4