Pranala.co, SAMARINDA – Keputusan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menunjuk dua akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar sebagai anggota Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda memantik reaksi dari DPRD Kaltim.
Dua nama yang ditunjuk, Dr. Syahrir A. Pasinringi dan Dr. Fridawaty, sama-sama berdomisili di luar Kaltim. Hal inilah yang menjadi perhatian dewan. Mereka menilai penunjukan tersebut perlu dievaluasi sebagai momentum memperkuat peran putra-putri lokal dalam jabatan strategis.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyampaikan kekhawatiran soal pengisian posisi strategis di lingkungan Pemprov Kaltim. Menurutnya, jabatan Dewas RSUD membutuhkan pemahaman mendalam tentang kondisi daerah, karakter masyarakat, dan kebutuhan layanan kesehatan di Kaltim.
“Kami berharap pengisian jabatan selevel itu lebih memprioritaskan putra-putri daerah. Kaltim punya banyak SDM berkualitas, baik dari aparatur maupun akademisi di bidang kesehatan dan manajemen rumah sakit,” ujar Darlis.
Ia menegaskan bahwa Kaltim tidak kekurangan tenaga profesional berkompeten. Sejumlah universitas seperti Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Muhammadiyah Kaltim (UMKT), dan Universitas Balikpapan (Uniba) telah melahirkan banyak akademisi dan praktisi kesehatan andal.
“Jangan sampai kemampuan masyarakat Kaltim tidak terpakai. Posisi strategis malah diisi orang luar. Itu bisa menimbulkan kecewa, kecemburuan, bahkan demotivasi,” tegasnya.
Menurut Darlis, jabatan Dewas RSUD bukan posisi dengan keahlian super spesifik yang hanya dimiliki pihak luar. Ia menilai potensi lokal sangat cukup dan perlu diberdayakan secara maksimal.
“Potensi lokal seharusnya dimanfaatkan. Ini bagian dari pemberdayaan daerah,” ucapnya.
Meski mengkritisi, Darlis menegaskan bahwa DPRD tetap menghormati keputusan Gubernur. Penunjukan Dewan Pengawas adalah kewenangan penuh kepala daerah.
“Soal alasan beliau menunjuk orang luar, kami tidak berspekulasi. Itu bukan ranah DPRD,” katanya.
Darlis menutup dengan pesan agar kebijakan serupa di masa mendatang lebih memberi ruang bagi tenaga lokal yang berkompetensi tinggi dan memiliki dedikasi besar untuk membangun Kaltim.
“Kami berharap ke depan tenaga lokal diberi kesempatan lebih besar untuk berkontribusi,” ujarnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










