Samarinda, PRANALA.CO – Seperti sebuah pesta rakyat yang dirancang untuk membakar semangat pembangunan. Kaltim Fair 2025 tak hanya jadi panggung pameran biasa. Selama lima hari—16 hingga 20 April—Atrium Bigmall Samarinda, Kaltim itu berubah menjadi arena unjuk gigi. Bukan hanya produk, tapi juga ide, kreasi, dan strategi promosi dari seantero Kalimantan Timur.
Angkanya membuat mata terbelalak: Rp 1,5 miliar. Itu bukan dana APBD, bukan juga suntikan investor luar negeri. Melainkan transaksi murni yang terjadi di puluhan stan peserta pameran. Mayoritas datang dari UMKM yang dengan bangga membawa produk-produk lokal: dari batik etnik yang membisikkan kisah sungai Mahakam, sampai keripik pisang yang aromanya bisa memanggil orang lewat dari 20 meter.
“Ini bukan hanya pameran, ini mesin penggerak ekonomi,” kata Deddy Iskandar dari Adw Bersaudara, penyelenggara acara yang sudah ke-15 kalinya ini digelar.
Deddy tidak sedang berlebihan. Menurutnya, dari total transaksi, Rp 1 miliar di antaranya adalah hasil jual-beli produk dan pelayanan pendapatan. Artinya, uang itu benar-benar berputar di tangan rakyat.
Namun Kaltim Fair tak melulu soal angka. Ia adalah panggung, tempat ide dan identitas daerah berlomba tampil. Dari talkshow tematik soal pembangunan, workshop edukasi untuk UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga lomba-lomba yang menilai bukan hanya isi stan, tapi juga jiwanya: siapa yang paling kreatif, paling inovatif, paling informatif.
Lihat saja para pemenang stan terbaik tahun ini:
Kategori Stan Terkreatif
- Dinas Pariwisata Kaltim
- Dinas Perdagangan Kota Samarinda
- DPMPTSP Kutim
Stan Terinovatif
- Dekranasda Kaltim
- Dinas Koperasi Perdagangan Samarinda
- Dekranasda Kutai Barat
Stan Terinformatif
- Dinas Kominfo Kaltim
- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim
- Bapenda Kaltim
Stan Desain Terbaik
- Dinas Kehutanan Kaltim
- Bank Indonesia
- DPMPTSP Kaltim
Stan Favorit Pengunjung
- Dinas Kesehatan Kaltim
Mereka tidak hanya memajang brosur dan standing banner, tapi menciptakan pengalaman. Beberapa menghadirkan VR, lainnya menggandeng komunitas seni. Bahkan ada yang memutar lagu-lagu khas daerah untuk menuntun pengunjung masuk ke suasana.
Kaltim Fair adalah cerita tentang bagaimana sebuah wilayah membungkus kekuatannya sendiri—produk, ide, orang-orangnya—dalam satu panggung, lalu membuka pintu lebar-lebar kepada siapa pun yang ingin melihat.
Dan seperti pameran yang baik, ia bukan sekadar tempat membeli dan menjual. Tapi tentang perjumpaan. UMKM bertemu pasar. Pemerintah bertemu aspirasi. Dan pengunjung, bertemu kebanggaannya sendiri akan apa yang dimiliki daerahnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















