DINAS Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) memutuskan untuk merombak total arah kebijakan program pelatihan kerja mereka. Langkah berani ini diambil demi bisa merangkul lebih banyak warga yang butuh pekerjaan atau ingin memulai usaha.
Kabar perombakan ini mencuat setelah Disnaker duduk bersama Komisi IV DPRD Kota Balikpapan untuk menyusun rencana kerja jangka panjang. Fokus utamanya jelas: menciptakan lapangan kerja massal secara efektif.
Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, menegaskan bahwa indikator keberhasilan pelatihan kini bukan lagi soal seberapa besar potensi gaji yang akan didapat lulusannya.
“Fokusnya adalah pelatihan yang bisa memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat dalam jumlah lebih banyak,” ujar Adamin, Kamis (25/6/2026).
Selama ini, salah satu program yang menjadi primadona namun memakan anggaran besar adalah pelatihan operator alat berat. Biayanya tidak main-main, mencapai Rp10 juta untuk satu orang peserta saja.
Adamin menghitung, dengan besaran anggaran yang sama, Disnaker sebenarnya bisa melatih jauh lebih banyak warga jika dialihkan ke sektor lain. Beberapa sektor yang dinilai punya daya serap tinggi dan hemat biaya antara lain digital marketing, kuliner, dan berbagai bidang jasa.
Meski begitu, Disnaker tidak mau gegabah dalam menghapus atau mengalihkan program. Pemetaan ulang terhadap kebutuhan pasar kerja di Balikpapan saat ini sedang berjalan.
“Yang akan kami petakan adalah pelatihan apa yang benar-benar bisa memberikan kesempatan orang untuk bekerja atau berusaha,” terangnya.
Menariknya, program pelatihan kerja Balikpapan kali ini menyasar masyarakat usia produktif dengan rentang yang cukup longgar, mulai dari lulusan sekolah yang baru masuk usia kerja hingga warga berusia 40 tahun. Sektor usia ini dinilai masih punya energi besar untuk mandiri secara ekonomi.
Adamin juga menitipkan pesan mendalam. Ia berharap warga yang nantinya terpilih mendapat pelatihan tidak egois setelah lulus.
“Kami berharap peserta yang sudah dilatih memiliki komitmen untuk menularkan pengetahuan dan keterampilannya kepada orang lain,” harapnya.
Guna mendukung perputaran ekonomi lokal, Disnaker memastikan akan menggandeng lembaga pelatihan dan instruktur asli Balikpapan. Langkah ini diambil agar anggaran daerah yang dikucurkan tidak lari ke luar daerah, melainkan berputar dan menghidupkan ekosistem bisnis lokal.
“Jadi manfaat ekonominya juga bisa dirasakan daerah,” ucap Adamin. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami












