SANGATTA, Pranala.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melaksanakan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga menegaskan komitmen terhadap profesionalitas dan kebutuhan kepemimpinan yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
Pelaksanaan seleksi berlangsung di Ruang Laboratorium Computer Assisted Test (CAT) BKPSDM, Sabtu (4/4/2026). Acara dihadiri langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kepala BKPSDM Misliansyah beserta jajaran, dan panitia seleksi.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman memberikan keterangan kepada media terkait isu yang kerap muncul dalam proses seleksi jabatan tinggi, termasuk dugaan kepentingan politik. Ardiansyah menegaskan bahwa kebutuhan utama seorang kepala daerah adalah sosok pejabat yang mampu menerjemahkan visi dan misi pembangunan yang telah ditetapkan.
“Saya tidak ingin mengatakan itu wajar atau tidak wajar. Bupati butuh orang yang mampu menerjemahkan visi-misinya, dan visi-misi itu kan hasil kerja politik,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa keterkaitan antara visi politik kepala daerah dengan kinerja pejabat adalah hal yang tidak bisa dipisahkan, selama tetap mengedepankan tanggung jawab dan profesionalitas.
“Jadi bupati tidak mengatakan tidak ada hubungannya atau ada hubungannya. Bupati butuh orang yang punya tanggung jawab. Apa jadinya kalau ada kepala Satker yang tidak mampu menerjemahkan visi-misi bupati?” tegas Ardiansyah.
Menurutnya, seleksi terbuka JPT Pratama tetap dilaksanakan berdasarkan prinsip merit system yang menekankan objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Melalui proses ini, diharapkan terpilih pejabat yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu mengakselerasi program pembangunan daerah sesuai arah kebijakan yang telah dirumuskan. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















