Pranala.co, JAKARTA — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2025 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin (23/6/2025). Rakornas ini mengusung tema “Ending Plastic Pollution” dan subtema #HentikanPolusiPlastik.
Acara strategis yang dipimpin langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, menjadi momen untuk memperkuat kolaborasi nasional dalam menyelesaikan masalah sampah dari hulu ke hilir.
“Pemerintah daerah diharapkan segera menyusun roadmap pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Target kita: 100 persen bebas sampah di tahun 2029,” tegas Menteri Hanif.
Wali Kota Bontang memanfaatkan forum tersebut untuk menegaskan komitmen kotanya dalam menangani persoalan sampah, khususnya polusi plastik.
“Alhamdulillah, sejak 2008 kami sudah meninggalkan sistem open dumping dan beralih ke sanitary landfill. Ini langkah awal penting menuju pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,” ungkap Neni.
Pemkot Bontang juga sedang menyusun rencana jangka menengah 2025–2026. Fokus utamanya adalah memperkuat infrastruktur dan regulasi pengelolaan sampah plastik berbasis prinsip 3R: Reduce, Reuse, Recycle.
“Kami akan bangun tempat pengelolaan sampah 3R di setiap kelurahan dan membentuk bank sampah di tingkat RT. Ini bentuk pemberdayaan masyarakat agar pengelolaan sampah bisa lebih mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.
Bontang bukan pendatang baru dalam urusan lingkungan. Kota ini telah mengoleksi 17 penghargaan Adipura, termasuk Adipura Kencana.
“Itu buah dari budaya kolaborasi. Pemerintah, masyarakat, dan swasta kami gerakkan bersama. Salah satunya melalui program Jumat Bersih dan sistem sanksi sosial seperti bendera hitam bagi kelurahan yang kotor,” jelas Neni.
Ia juga menyambut baik arahan Kementerian Lingkungan Hidup yang mendorong semua daerah beralih dari open dumping ke sanitary landfill, terutama sebagai syarat penilaian Adipura ke depan.
“Bontang siap. Kami sudah membuktikannya sejak lama dan akan terus melangkah maju menjadi kota yang peduli lingkungan dan bebas dari polusi plastik,” tegas Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
[RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami












