KALTIM, Pranala.co – Pasar kripto kembali bergerak lesu. Tapi Bitcoin masih tangguh. Meski turun, ia belum menyerah.
Harga Bitcoin hari ini, Jumat (30/5), tercatat turun 1,39 persen kurun 24 jam terakhir. Tapi jangan buru-buru panik. Sebab, Bitcoin masih kokoh di atas level psikologis: US$ 100 ribu per koin.
Angkanya sekarang: US$ 105.960. Setara Rp 1,72 miliar (kurs Rp 16.294). Ini bukan angka kecil. Dan yang menarik: posisi ini sudah bertahan selama 20 hari berturut-turut.
Kabar itu datang dari data Coinmarketcap yang dirilis Jumat pagi, pukul 06.30 WIB. Kapitalisasi pasar kripto global ikut terkoreksi. Nilainya menyusut 0,69 persen ke angka US$ 3,37 triliun.
Bukan cuma Bitcoin. Ethereum juga ikut melemah 0,11 persen, sekarang di US$ 2.646 per koin. Binance Coin (BNB) turun lebih dalam: 0,84 persen ke US$ 680.
Sinyal pasar memang mulai dingin. Apalagi setelah reli panjang sejak April lalu. Tapi analis dari LMAX Group, Joel Kruger, melihat ini justru sebagai jeda. Bukan akhir.
“Bitcoin tetap tangguh di paruh akhir pekan ini. Bertahan di atas US$ 100 ribu selama 20 hari. Ini menunjukkan momentum bullish masih kuat,” ujarnya, dikutip dari Coindesk.
Di pasar saham, pergerakan perusahaan kripto juga tak seragam. Coinbase (COIN) melemah 2,7%. Tapi MicroStrategy (MSTR) justru naik 0,8%.
Lain halnya dengan saham penambang Bitcoin. Bitfarms (BITF), Bit Digital (BTBT), CleanSpark (CLSK), dan Greenidge Generation Holding (GREE) rata-rata turun 4%.
Dari Amerika Serikat, ada tambahan ketidakpastian. Saham-saham AS terkoreksi, setelah pengadilan membatalkan tarif global era Trump. Pemerintah AS mengajukan banding. Investor pun kembali waspada.
Kruger memperkirakan, volatilitas bakal meningkat menjelang tenggat 9 Juli. Yakni batas waktu pemerintah AS untuk menyelesaikan kesepakatan dagang. Tapi ia tetap percaya diri: aset digital, terutama Bitcoin, masih punya peluang menguat. [RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















