70 Persen Pasien Positif Covid-19 di Kaltim dari Klaster Gowa

Suasana lokasi kegiatan Ijtima Asia 2020 di Gowa. (Dok/tribun)

PASIEN terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim saat ini mencapai 218 kasus. Dari jumlah tersebut, 152 pasien terkonfirmasi positif atau lebih dari 70 persen merupakan bagian dari klaster Ijtimak Dunia atau dikenal Klaster Gowa. Klaster ini teridentifikasi ada 749 orang di Kaltim.

Sejauh ini, tim gugus tugas telah berhasil mendata pelaku perjalanan dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan sebanyak 749 orang. Jumlah terbanyak berasal dari Kota Samarinda dengan 200 orang, Kutai Timur 112 orang, Kutai Kartanegara 106 orang, dan sisanya menyebar ke kabupaten dan kota lainnya. (Selengkapnya lihat grafis)

“Secara keseluruhan, sebanyak 152 kasus terkonfirmasi positif di Kaltim berasal dari klaster ijtimak Gowa. Mulai dari pelaku perjalanan, hingga penularan lokal kepada keluarga atau yang punya kontak erat,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi M Ishak kepada awak media, Ahad (10/5).

“Hanya Kabupaten Mahakam Ulu yang tidak ditemukan pelaku perjalanan dari Gowa,” tambahnya.

Daftar Penyebaran pasien Covid-19 dari Klaster Gowa di seluruh Kab/Kota di Kaltim (sumber: Diskes Kaltim)

Dari seluruh pelaku perjalanan itu, Andi bilang, 189 orang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 25 orang berstatus Orang Dengan Pemantanan (ODP), dan 17 orang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). “152 pasien terkonfirmasi positif dan 31 orang dinyatakan negatif,” sebut Andi.

Saat ini sebanyak 145 orang dari klaster tersebut masih menjalani perawatan. Sedangkan tujuh pasien terjangkit sudah dinyatakan sembuh. Dari data sebaran pasien positif, tim gugus tugas mencatat terbanyak berasal dari Kabupaten Berau dengan 30 kasus. Bahkan seluruh kasus positif di kabupaten ini, berasal dari klaster besar itu.

Sementara di Kota Samarinda, tercatat sebanyak 24 kasus, Kabupaten Kutai Timur 23 kasus, dan sisanya tersebar di daerah lain. Sedangkan total pasien yang masih menunggu hasil laboratorium sebanyak 48 kasus.

Potensi penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster ini kemungkinan akan terjadi. “Harapan kita tidak ada penambahan dari klaster ini,” ujar Andi.

Santri dari Perjalanan Magetan Diminta Lapor

PENAMBAHAN kasus Covid-19 dari klaster Gowa, belum usai. Kini, pelaku perjalanan yang masuk klaster Magetan, turut menyumbang penambahan angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Timur.

Pun demikian dari klaster Magetan, yang tercatat ada 96 orang dari ini di Kalimantan Timur. Per hari ini, 8 dari 218 pasien terkonfirmasi positif itu, juga berasal dari klaster Magetan. Termasuk, 2 pasien positif baru di Balikpapan berasal dari klaster Magetan.

Andi M Ishak pun mengimbau seluruh santri pelaku perjalanan Magetan, agar semua yang belum lapor untuk segera melapor di call center masing-masing kabupaten dan kota. Dia menerangkan, pelaporan itu menjadi sangat penting agar petugas kesehatan, bisa dengan cepat melakukan langkah-langkah penanganan antisipasi sebaran virus SARS-CoV-2.

“Jadi kami mohon yang bersangkutan, agar bisa menceritakan semua proses perjalanan, juga proses kontak erat yang dilakukan selama ini,” ujar Andi.

Andi juga berharap peran serta masyarakat, terhadap klaster Magetan. “Apabila ada tetangganya dari Magetan, untuk bisa diingatkan segera lapor Call Center. Kalau pelaku perjalanan tidak bergejala, mesti lakukan isolasi mandiri di rumah dengan ketat,” demikian Andi. (nz)

More Stories
Bukan Bunuh Virus, Ini Manfaat Berjemur di Bawah Sinar Matahari