KALIMANTAN Timur (Kaltim) kembali mengirimkan putra-putri terbaiknya ke panggung nasional. Tahun ini, Gus Luthfy Azka Nararya, siswa SMA YPVDP Bontang, dan Julita Rista Lestari, siswi SMA Negeri 1 Tabang, Kutai Kartanegara, dipercaya menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Sebelum bertolak mengikuti pemusatan latihan, keduanya berpamitan sekaligus bersilaturahmi dengan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud di Ruang VIP Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (14/7/2026). Momen itu menjadi bekal moral sebelum mereka mengemban tugas membawa nama Benua Etam di Istana Negara.
Audiensi berlangsung hangat. Gus Luthfy dan Julita hadir bersama orangtua masing-masing serta didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Arih Frananta Filifus (AFF) Sembiring.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Rudy Mas'ud mengingatkan bahwa kesempatan menjadi calon Paskibraka Nasional adalah sebuah kehormatan yang tidak datang dua kali.
"Manfaatkan momen ini sebaik-baiknya. Jaga performa kalian, tetap semangat dan disiplin. Taati seluruh aturan selama pemusatan latihan," pesan Rudy Mas'ud.
Menurutnya, tugas yang akan dijalani kedua pelajar tersebut bukan sekadar mengikuti latihan atau tampil dalam upacara. Mereka akan menjadi wajah Kalimantan Timur di hadapan seluruh rakyat Indonesia bahkan dunia.
"Kalian akan tampil di Istana Negara pada 17 Agustus nanti. Bukan hanya masyarakat Kaltim yang melihat, tetapi seluruh Indonesia bahkan tamu dari luar negeri juga akan menyaksikan. Jadilah yang terbaik dari yang terbaik," ujarnya.
Usai bertemu gubernur, Gus Luthfy dan Julita melanjutkan silaturahmi dengan Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni menegaskan bahwa seorang anggota Paskibraka tidak hanya dituntut memiliki fisik prima dan mental tangguh. Karakter, etika, serta kemampuan menjaga sikap selama menjalani pendidikan juga menjadi penilaian penting.
"Perhatikan sikap dan perilaku kalian selama berlatih maupun saat berinteraksi dengan teman-teman Paskibraka dari seluruh Indonesia. Karakter adalah bagian penting dari seorang Paskibraka," katanya.
Ia berharap kedua pelajar tersebut mampu menjaga nama baik daerah sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Kalimantan Timur.
Kepala Badan Kesbangpol Kaltim AFF Sembiring mengatakan prestasi wakil Kaltim di ajang Paskibraka Nasional terus menunjukkan tren positif.
Dalam beberapa tahun terakhir, peserta asal Kaltim bahkan dipercaya mengemban tugas bergengsi sebagai pembawa baki maupun pengibar Bendera Pusaka Merah Putih di Istana Negara.
Rekam jejak itu menjadi modal optimisme agar Gus Luthfy dan Julita kembali menorehkan prestasi sekaligus menjaga tradisi membanggakan yang telah dibangun para senior mereka.
Tantangan yang menanti tentu tidak ringan. Namun dengan disiplin, kerja keras, dan karakter yang kuat, dua pelajar ini membawa harapan besar masyarakat Kaltim untuk kembali mengibarkan Merah Putih dengan penuh kebanggaan di jantung ibu kota negara. (*)
















