Pranala.co, SANGATTA – Balai Taman Nasional Kutai (TNK) akan menutup sementara Objek Wisata Alam Prevab mulai 15 Februari 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya pembenahan pengelolaan wisata sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengunjung.
Prevab selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi konservasi orang utan di Kalimantan Timur. Kawasan ini menawarkan pengalaman berbeda karena wisatawan dapat menginap di pondok wisata untuk menyesuaikan waktu kunjungan dengan aktivitas alami orang utan yang umumnya terjadi pada pagi dan sore hari.
Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNK, Kristina Nainggolan, menjelaskan bahwa penutupan merupakan agenda rutin yang bertujuan memberi waktu pemulihan bagi kawasan wisata alam.
“Itu agenda rutin sebenarnya, karena setiap tempat wisata alam memang perlu waktu pemulihan,” ujarnya saat dihubungi awak media di Sangatta, Kamis (29/1).
Kristina menegaskan bahwa Prevab memiliki karakteristik berbeda dibanding destinasi lain di kawasan Taman Nasional Kutai. Sebagai habitat orang utan, kawasan ini membutuhkan pengelolaan lebih hati-hati agar aktivitas wisata tidak mengganggu kehidupan satwa liar.
Penataan ulang dilakukan sejalan dengan arahan Kementerian Kehutanan untuk mewujudkan manajemen wisata alam yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan.
Selama masa penutupan, Balai TNK akan melakukan evaluasi menyeluruh serta mempersiapkan peningkatan fasilitas, termasuk penerapan sistem digitalisasi layanan wisata.
Digitalisasi tersebut mencakup sistem pemesanan, pencatatan jumlah pengunjung, hingga penataan fasilitas pondok wisata.
“Dalam rangka digitalisasi pelayanan wisata di seluruh tempat wisata di bawah pengelolaan Kementerian Kehutanan, kami juga ingin meningkatkan fasilitas di Prevab,” jelas Kristina.
Ia mengakui bahwa ketiadaan sistem digital selama ini kerap menimbulkan kendala dalam pencatatan pemesanan. Kondisi tersebut bahkan memicu keluhan dari agen perjalanan maupun wisatawan, terutama terkait ketersediaan pondok penginapan.
Selain pembenahan manajemen, penutupan sementara juga dimanfaatkan untuk memberi ruang pemulihan bagi ekosistem dan satwa di kawasan Prevab agar kelestariannya tetap terjaga.
Balai TNK belum menetapkan jadwal pembukaan kembali objek wisata tersebut. Keputusan itu diambil untuk memastikan seluruh persiapan—mulai dari fasilitas pendukung seperti jaringan sinyal, sistem tiket, hingga layanan pengunjung—benar-benar siap sebelum kawasan kembali dibuka untuk umum.
Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman wisata yang lebih tertata sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan konservasi alam di Taman Nasional Kutai. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















