AKTIVITAS di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sangatta, Kutai Timur (Kutim) belakangan menjadi perhatian aparat kepolisian. Bukan karena kelangkaan bahan bakar, melainkan meningkatnya antrean kendaraan pada jalur pengisian BBM subsidi.
Kondisi itu muncul setelah penyesuaian harga BBM non-subsidi. Sebagian masyarakat diduga mulai beralih menggunakan bahan bakar bersubsidi, sehingga antrean di beberapa SPBU terlihat lebih padat dibanding hari-hari sebelumnya.
Guna memastikan distribusi tetap berjalan normal, Polsek Sangatta Utara bersama jajaran melakukan patroli dan pengawasan di delapan SPBU yang tersebar di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Hasil pemantauan menunjukkan pasokan berbagai jenis BBM masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Mulai dari Pertalite, Pertamax, Solar, Dexlite hingga Pertamina Dex masih dalam kondisi aman.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan pengawasan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar distribusi energi tetap berjalan lancar dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan secara ilegal.
"Kami hadir untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar, stok tetap aman, serta tidak terjadi praktik-praktik penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat," katanya di Sangatta, Rabu (24/6/2026).
Selain memeriksa stok, personel kepolisian juga berdialog langsung dengan pengelola SPBU. Petugas mengingatkan agar pelayanan dilakukan sesuai aturan, termasuk tidak melayani pengisian berulang yang berpotensi disalahgunakan.
Polisi juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan.
Kapolsek Sangatta Utara IPTU Bambang Eko mengungkapkan selama patroli berlangsung tidak ditemukan indikasi kecurangan niaga maupun penyimpangan distribusi BBM.
Menurutnya, pengawasan rutin dilakukan agar tidak ada aktivitas ilegal yang berpotensi memicu kelangkaan bahan bakar di wilayah Sangatta.
"Ini sebagai tugas kami untuk memastikan tidak ada kegiatan-kegiatan ilegal yang mengakibatkan kelangkaan BBM di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan," ujarnya.
Meski demikian, petugas mencatat adanya peningkatan antrean kendaraan pada jalur pengisian BBM subsidi di beberapa SPBU.
Fenomena tersebut diduga berkaitan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat setelah harga Pertamax dan Pertamax Turbo mengalami kenaikan. Sebagian pengguna kendaraan memilih beralih ke BBM yang mendapatkan subsidi pemerintah.
Di tengah meningkatnya antrean, kondisi stok BBM disebut masih terkendali. Namun beberapa SPBU diketahui masih menunggu persetujuan tambahan pasokan dari Pertamina guna mengantisipasi lonjakan permintaan.
Polsek Sangatta Utara memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala. Langkah itu diambil untuk menjaga distribusi tetap tepat sasaran sekaligus mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat luas.
Bambang menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku pengetapan maupun penimbunan BBM bersubsidi.
"Kami akan bertindak tegas jika ada masyarakat yang secara sengaja mengetap atau menimbun BBM bersubsidi. Karena tindakan itu merupakan kejahatan dan merugikan masyarakat lain," tegasnya. [HAF]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















