SAMARINDA, Pranala.co – Terminal Lempake, Jalan D.I. Panjaitan, Kecamatan Samarinda Utara, bersiap menghadapi puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Koordinator Terminal Lempake, Suharyanto, memproyeksikan lonjakan penumpang terjadi pada 28–29 Maret 2026, seiring dengan kembali berjalannya aktivitas masyarakat pada awal pekan.
Proyeksi tersebut mempertimbangkan dimulainya kembali kegiatan pendidikan dan perkantoran secara normal Senin, 30 Maret 2026. "Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 28 dan 29 Maret, seiring dimulainya kembali aktivitas sekolah dan perkuliahan pada hari Senin," ujar Suharyanto, Jumat (27/3/2026).
Meski diprediksi mencapai puncak akhir pekan ini, potensi lonjakan penumpang di Terminal Lempake diperkirakan tidak terlalu signifikan. Suharyanto menjelaskan, masyarakat telah menunjukkan kecenderungan melakukan perjalanan arus balik secara bertahap sejak H+1 Lebaran.
Pola pergerakan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika lonjakan penumpang terjadi secara masif dalam waktu singkat. Kecenderungan baru ini justru membantu pengelola terminal dalam mengatur distribusi armada dan pelayanan.
Berdasarkan data operasional Terminal Lempake, aktivitas keberangkatan dan kedatangan bus mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Pada Rabu, 25 Maret 2026, tercatat 11 unit bus berangkat dari Samarinda menuju Bontang dan Sangatta dengan 220 penumpang. Sementara itu, delapan unit bus tiba dari kedua daerah tersebut membawa sekitar 160 penumpang.
Keesokan harinya, Kamis, 26 Maret 2026, jumlah keberangkatan meningkat menjadi 12 unit bus dengan total 241 penumpang. Jumlah kedatangan juga naik menjadi 10 unit bus yang membawa sekitar 190 penumpang.
Tren peningkatan ini menunjukkan masyarakat mulai aktif bergerak kembali ke Samarinda setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Pemerintah melalui pengelola Terminal Lempake terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan arus balik hingga akhir pekan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran layanan transportasi serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat selama periode arus balik Lebaran.
Pengelola terminal juga berkoordinasi dengan operator bus untuk menambah frekuensi perjalanan jika diperlukan. Langkah preventif ini diharapkan dapat mengantisipasi kemungkinan penumpukan penumpang di terminal.
Arus balik Lebaran selalu menjadi ujian bagi infrastruktur transportasi daerah. Terminal Lempake sebagai salah satu gerbang utama transportasi darat di Samarinda memiliki peran strategis dalam memperlancar mobilitas masyarakat. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















