PIALA Dunia selalu punya cara menyihir siapa saja. Di Kelurahan Tanjung Laut, Bontang, euforia turnamen sepak bola akbar ini jadi jurus andalan para remaja yang terciduk nongkrong hingga larut malam.
Malam Minggu (20/6/2026) yang seharusnya ditutup dengan sorak-sorai di depan layar kaca, justru diwarnai kedatangan aparat. Tim patroli gabungan terpaksa membubarkan kerumunan anak muda ini karena jarum jam sudah melewati batas wajar.
Tim yang turun malam itu bukan sembarangan. Lurah Tanjung Laut, Andriani Kasim, memimpin langsung rombongan yang terdiri dari Satpol PP, BNN, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Karang Taruna.
Mereka bergerak senyap menyisir 14 titik yang selama ini jadi lokasi favorit anak muda menghabiskan malam.
Satu per satu tongkrongan didatangi. Saat ditanya petugas, jawaban para remaja ini seragam: mereka sedang bersiap nonton bareng (nobar) pertandingan bola.
"Rata-rata anak yang terjaring alasannya mau persiapan nonton bola. Memang sekarang lagi demam Piala Dunia," cerita Andriani, Senin (22/6/2026).
Meski alasan mereka cukup masuk akal di tengah euforia global, petugas tetap tidak memberikan toleransi. Waktu sudah menunjukkan lewat dari pukul 23.00 Wita.
Berada di luar rumah beramai-ramai pada jam rawan dinilai berpotensi memicu gangguan ketenteraman lingkungan. Petugas bertindak tegas, meminta mereka segera bubar dan kembali ke rumah masing-masing.
Namun, ada kabar melegakan dari operasi malam itu. Kekhawatiran soal kenakalan remaja yang menjurus ke kriminalitas tidak terbukti.
"Alhamdulillah tidak ada temuan miras atau minuman oplosan. Hanya sebatas pembubaran anak-anak yang masih berkumpul," ungkap Andriani lega.
Menyuruh anak-anak pulang hanyalah solusi jangka pendek. Akar masalah sebenarnya ada pada pengawasan di rumah.
Pemerintah kelurahan kini bergerak cepat menggandeng kelompok kemitraan RT dan tokoh masyarakat untuk menyuarakan pentingnya peran keluarga.
Andriani menitipkan pesan khusus yang tegas bagi para orang tua di wilayahnya.
"Kami meminta warga lebih ketat memantau anak-anaknya. Jangan biarkan mereka keluyuran hingga larut malam," pesannya.
Demam Piala Dunia memang sah-sah saja dinikmati. Namun, memastikan anak remaja tertidur aman di kamar mereka sebelum tengah malam, jauh lebih penting dari sekadar merayakan skor akhir pertandingan. [FR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















