Pranala.co, BONTANG – Fenomena menarik terjadi di pasar komoditi KotaBontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Warga kini mulai meninggalkan beras kemasan berlabel “premium” dan beralih membeli beras secara eceran.
Alasannya sederhana. Banyak kasus beras premium yang dicurigai sebagai oplosan dalam sebulan terakhir. Selain kualitas yang diragukan, bobot beras dalam kemasan juga kerap tak sesuai dengan label.
Dewi, warga Bontang Kuala, mengaku lebih nyaman membeli eceran. “Kalau eceran bisa lihat langsung. Mau pilih yang pulen atau pera bisa. Timbangannya juga jelas pas,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Darmawati, warga Satimpo, punya pengalaman serupa. Ia pernah membeli beras kemasan 5 kilogram, namun saat ditimbang ulang ternyata isinya kurang. “Sejak itu saya kapok. Lebih tenang beli eceran,” ucapnya.
Hal senada diungkapkan Bagus, warga Tanjung Laut Indah. Menurutnya, beras eceran justru lebih transparan. “Kita bisa tanya langsung, ini beras dari daerah mana, jenisnya apa. Jadi lebih jelas,” katanya.
Tidak hanya konsumen, pedagang juga mulai berhati-hati. Seorang pegawai minimarket di Jalan Awang Long mengaku sudah dua pekan tidak lagi memesan beras kemasan.
“Takut dapat beras oplosan. Jadi sementara ini stok premium kami hentikan,” ungkapnya. (FR)

















