Samarinda, PRANALA.CO – Apa jadinya jika kepercayaan dibalas dengan pengkhianatan? Itulah yang dialami Mariatul Adawiah, 42 tahun, seorang karyawan swasta di Samarinda.
Selasa siang, 15 April 2025, Mariatul datang ke Rumah Sakit Mata Provinsi Kaltim di Jalan M. Yamin, diantar oleh seseorang yang ia percaya — A, pria 54 tahun, karyawan swasta dari Jalan Meranti 2.
Sebelum masuk ke rumah sakit, Mariatul menitipkan handphone-nya kepada A, sekadar untuk di-charge. Tak disangka, momen itu justru menjadi awal dari kehilangan besar.
Tanpa sepengetahuan korban, A memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia membuka aplikasi mobile banking korban, lalu mentransfer uang sebesar Rp10 juta ke rekening pribadinya.
Semua berjalan tanpa jejak — setidaknya begitu A kira.
Beberapa hari kemudian, saat iseng memeriksa saldo, Mariatul menemukan kejanggalan. Saldo di rekeningnya berkurang drastis. Ia pun segera menghubungkan titik-titik kejanggalan itu, lalu melaporkan kasus ini ke Polresta Samarinda.
Tim Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda bergerak cepat. Berbekal penyelidikan digital dan data rekening, mereka berhasil menemukan pelaku di rumahnya. A diamankan tanpa perlawanan.
Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu buah buku rekening dan satu lembar rekening koran milik korban — bukti kuat pencurian tersebut.
Kini, A bersama barang bukti telah diamankan di Polresta Samarinda untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi tengah melengkapi administrasi penyidikan agar kasus ini bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga handphone, terutama yang terhubung dengan layanan keuangan digital.
“Kejahatan bisa terjadi kapan saja, bahkan dari orang yang kita percaya,” tegasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















Comments 1