• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juni 24, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Tata Ruang Rampung, Papua Selatan Disiapkan jadi Kekuatan Baru Pangan Indonesia

Suriadi Said by Suriadi Said
24 Juni 2026 | 21:16
Reading Time: 2 mins read
0
Tata Ruang Rampung, Papua Selatan Disiapkan jadi Kekuatan Baru Pangan Indonesia

Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (10/6/2026)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PAPUA Selatan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah yang diproyeksikan menjadi tulang punggung ketahanan pangan Indonesia. Di balik berbagai proyek pengembangan yang berjalan, pemerintah kini memastikan fondasi terpenting telah disiapkan lebih dulu: kepastian tata ruang.

Langkah ini menjadi krusial karena pembangunan kawasan pangan skala besar tidak hanya membutuhkan lahan luas, tetapi juga arah pengembangan yang jelas agar investasi, infrastruktur, dan aktivitas produksi berjalan dalam koridor yang sama.

PILIHAN REDAKSI

25 Ribu Desa Masuk Kawasan Hutan, Wamen ATR Ungkap Sengkarut Lahan

25 Ribu Desa Masuk Kawasan Hutan, Wamen ATR Ungkap Sengkarut Lahan

23 Juni 2026 | 13:08
Dipelototi KPK, 19 Aset Lahan Pemkot Bontang Dikebut Sertifikasinya

Dipelototi KPK, 19 Aset Lahan Pemkot Bontang Dikebut Sertifikasinya

19 Juni 2026 | 16:57

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, mengungkapkan bahwa pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Papua Selatan terus menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (10/6/2026), Ossy menegaskan bahwa penyesuaian tata ruang menjadi pekerjaan mendasar yang telah berhasil diselesaikan.

Menurut dia, penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Papua Selatan pada Oktober 2025 menjadi tonggak penting pembangunan kawasan tersebut. RTRW berfungsi sebagai peta besar yang menentukan arah pemanfaatan ruang sekaligus menjadi acuan berbagai proyek strategis yang akan dikembangkan.

“Fondasi pembangunan harus jelas sejak awal. Karena itu, tata ruang menjadi instrumen utama agar seluruh program berjalan terarah dan memiliki kepastian hukum,” ujar Ossy.

Tidak berhenti pada RTRW, pemerintah juga mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Dokumen ini menjadi panduan teknis yang memastikan setiap pembangunan dilakukan di lokasi yang tepat sesuai peruntukannya.

Dari target 19 RDTR yang disiapkan, empat telah resmi ditetapkan melalui peraturan kepala daerah. Tiga di antaranya bahkan sudah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).

Integrasi tersebut memberi dampak langsung terhadap kemudahan investasi. Proses perizinan menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat dipantau secara digital oleh para pelaku usaha maupun pemerintah.

Pada sektor perizinan ruang, Kementerian ATR/BPN juga mencatat perkembangan positif. Hingga saat ini, tiga Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) telah diterbitkan untuk mendukung pengembangan kawasan strategis.

Perizinan tersebut mencakup sektor tanaman pangan, pembangunan pelabuhan pendukung, hingga perkebunan sawit. Sementara tiga permohonan KKPR lainnya masih dalam tahap proses.

Ossy memastikan pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap setiap permohonan yang memenuhi ketentuan.

“Prinsipnya, setiap permohonan KKPR akan kami dukung selama memenuhi persyaratan. Ini penting untuk menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan kepastian hukum,” katanya.

Kemajuan lain juga terlihat dari pemenuhan ketentuan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Papua Selatan telah mencapai angka 87,24 persen, sebuah indikator yang menunjukkan kesiapan lahan pertanian untuk mendukung produksi pangan dalam jangka panjang.

Capaian ini menjadi sinyal bahwa Papua Selatan tidak hanya disiapkan sebagai kawasan produksi, tetapi juga sebagai basis pembangunan pangan berkelanjutan yang mampu menopang kebutuhan nasional.

Secara strategis, wilayah ini diproyeksikan menjadi lumbung pangan, pusat energi, sekaligus kawasan bioindustri masa depan Indonesia. Pemerintah optimistis kombinasi antara tata ruang yang matang, legalitas yang kuat, dan sistem perizinan yang terintegrasi akan mempercepat realisasi target tersebut.

Rakortas dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri sejumlah pejabat lintas kementerian, termasuk Menteri Perhubungan, Wakil Menteri Pertanian, serta berbagai kementerian teknis terkait.

Keterlibatan banyak kementerian menunjukkan bahwa pembangunan KSPEAN Papua Selatan bukan sekadar proyek sektoral. Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian pangan, energi, dan air nasional. [ADS/RIL]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: BPN BontangKantor Pertanahan Bontang
Previous Post

Kejari Bontang Musnahkan Hampir 1 Kilogram Sabu dari 54 Perkara

Next Post

Surat Bebas Narkoba jadi Syarat Sekolah, BNNK Bontang Khawatir Hanya Formalitas

BACA JUGA

Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

24 Juni 2026 | 22:35
Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

24 Juni 2026 | 22:15
Bayi Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Berau

Bayi Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Berau

24 Juni 2026 | 21:48
Harga Pertamax Naik, Antrean BBM Subsidi di Sangatta Bertambah

Harga Pertamax Naik, Antrean BBM Subsidi di Sangatta Bertambah

24 Juni 2026 | 21:36
Surat Bebas Narkoba jadi Syarat Sekolah, BNNK Bontang Khawatir Hanya Formalitas Nestapa Pelajar SMK Bontang jadi Pengedar Narkoba, BNN Sentil Pola Asuh Remaja 14 Tahun di Bontang Terjerat Sabu, Kasus Terungkap dari Pencurian di Rumah Sendiri Kejadian Sopir Travel Positif Sabu, Bontang Perketat Pengawasan Jelang Mudik BNNK Bontang: Guntung dan Tanjung Laut Indah Masuk Zona Rawan Narkoba BNN Bontang Bongkar Pola Baru Bandar Narkoba yang Sasar Dunia Pendidikan

Surat Bebas Narkoba jadi Syarat Sekolah, BNNK Bontang Khawatir Hanya Formalitas

24 Juni 2026 | 21:26
Kejari Bontang Musnahkan Hampir 1 Kilogram Sabu dari 54 Perkara

Kejari Bontang Musnahkan Hampir 1 Kilogram Sabu dari 54 Perkara

24 Juni 2026 | 21:04
Next Post
Surat Bebas Narkoba jadi Syarat Sekolah, BNNK Bontang Khawatir Hanya Formalitas Nestapa Pelajar SMK Bontang jadi Pengedar Narkoba, BNN Sentil Pola Asuh Remaja 14 Tahun di Bontang Terjerat Sabu, Kasus Terungkap dari Pencurian di Rumah Sendiri Kejadian Sopir Travel Positif Sabu, Bontang Perketat Pengawasan Jelang Mudik BNNK Bontang: Guntung dan Tanjung Laut Indah Masuk Zona Rawan Narkoba BNN Bontang Bongkar Pola Baru Bandar Narkoba yang Sasar Dunia Pendidikan

Surat Bebas Narkoba jadi Syarat Sekolah, BNNK Bontang Khawatir Hanya Formalitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Mutasi Polres Kutim, 5 Jabatan Kasat hingga Kapolsek Resmi Bergeser

Mutasi Polres Kutim, 5 Jabatan Kasat hingga Kapolsek Resmi Bergeser

18 Juni 2026 | 22:39
Baru Menjabat, Kepala KSOP Bontang Langsung Keker "Pelabuhan Tikus"

Baru Menjabat, Kepala KSOP Bontang Langsung Keker “Pelabuhan Tikus”

18 Juni 2026 | 21:59
Sudah Habiskan Rp244 Miliar, Balikpapan Masih Butuh 5.784 Unit PJU Tambahan

Sudah Habiskan Rp244 Miliar, Balikpapan Masih Butuh 5.784 Unit PJU Tambahan

20 Juni 2026 | 21:48
Hemat BBM dan Makan Minum, ASN Kaltim Bakal Lebih Sering WFA Semester Depan

Hemat BBM dan Makan Minum, ASN Kaltim Bakal Lebih Sering WFA Semester Depan

16 Juni 2026 | 13:52
Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

22 Juni 2026 | 16:00

Terbaru

Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

24 Juni 2026 | 22:35
Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

24 Juni 2026 | 22:15
Otban Balikpapan Sulap Aset Mangkrak jadi Bisnis, Dari Padel hingga Coffee Shop

Otban Balikpapan Sulap Aset Mangkrak jadi Bisnis, Dari Padel hingga Coffee Shop

24 Juni 2026 | 22:05
Bayi Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Berau

Bayi Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Berau

24 Juni 2026 | 21:48
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved