BONTANG, Pranala.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menanggapi usulan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang menyarankan diubahnya jam wajib belajar (wajar), dari pukul 19.00-21.00 WITA menjadi 20.00-22.00 WITA.
Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparudin, mengatakan jika usulan itu diberlakukan, dikawatirkan bisa tumpang tindih dengan aturan lain, yakni Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum (Trantibum) dan Ketentraman serta Perlindungan Masyarakat.
“Jadi kalau menurut kami (Disdikbud Bontang) tetap saja mulai pukul 19.00-21.00 Wita. Di atas jam itu juga tetap bisa kena pemberlakukan Perda Trantibum,” ujarnya.
Sejatinya, kata Saparudin, program Wajar 19-21 merupakan kolaborasi antara Pemkot Bontang dengan para orang tua. Artinya, orang tua dituntut mengawasi dan mendampingi anak-anaknya di jam tersebut untuk tidak keluyuran di luar rumah.
Namun untuk lokasi belajar, bisa dilakukan mana saja dan tidak mesti harus di rumah. Untuk itu, program ini senantiasa akan terus disosialisasikan kepada masyarakat.
“Razia itu sifatnya jangka pendek. Jangka panjangnya akan kami siapkan bimbingan belajar (bimbel) gratis di setiap kelurahan. Jadi anak-anak yang tidak bisa menyelesaikan permasalah belajarnya di rumah, bisa memanfaatkan fasilitas bimbel gratis tersebut,” sebutnya.
Nantinya, Pemkot Bontang bakal menyiapkan honor bagi tenaga pengajar yang direkrut dari mahasiswa yang baru lulus kuliah dan belum bekerja. Satu kelurahan bisa terdiri dari lima tenaga pengajar.
Sebagai informasi, PGRI Bontang sebelumnya mengusulkan revisi waktu belajar dalam program wajib belajar yang diinisiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni-Agus Haris. Ketua PGRI Bontang, Dasuki menyebut, aturan lama tidak relevan dengan realitas sosial dan aktivitas anak-anak di Kota Bontang, Kaltim.
Sebab jam 7 malam anak-anak masih banyak yang beribadah atau pulang dari aktivitas lain. Jika langsung dibatasi di jam tersebut, menurutnya menjadi tidak bijak. Alhasil, pihaknya menyarankan jam belajar digeser menjadi 20.00 – 22.00 Wita agar lebih ideal. [BAMS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















Comments 1