Sukses Tangani Covid-19, Bontang ‘Dihadiahi’ Rp10 Miliar dari Pusat

Dua Kali Zona Hijau jadi Salah Satu Indikator

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mendengarkan penjelasan operasional lab ini. (ILHAM HUMAS)

PRANALA.CO, Bontang – Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kalimantan Timur sukses penanganan pandemi Covid-19 mendapat apresiasi serta penghargaan Menteri Keuangan (Menkeu) RI.

Penghargaan tersebut berupa alokasi kucuran Dana Insentif Daerah (DID) senilai Rp10 miliar lebih bedasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 151/PMK.07/2020.

Selain Bontang, DID juga diberikan kepada Pemprov Kalimantan Timur, Berau, Kutai Kartanegara, Paser, Balikpapan, Penajam Paser Utara. Nilainya beragam. Mulai Rp 8 sampai 10 miliar.

Kucuran DID tersebut diperoleh setelah kinerja pemerintah Kota Bontang dalam menangani Covid-19 dinilai baik. Neni Moerniaeni Wali Kota Bontang yang sedang cuti itu menjelaskan ada beberapa kriteria penilaian utama bagi daerah penerima DID. Pertama kepatuhan penyampaian refocusing APBD 2020, sesuai PMK 35 tahun 2020. Setelah lolos, baru masuk ke kategori kinerja.

Mobil PCR milik Pemkot Bontang yang sedang dikerjakan.

Tak hanya itu, kategori kinerja Kota Bontang mampu memperta­hankan zona hijau dalam kurun waktu tertentu. “Bontang pernah berada di zona hijau Covid-19, yakni April dan Juni,” kata Neni.

Kedua, masalah pelaporan kinerja kesehatan dalam penanganan Covid-19 dan laporan Bansos yang update dan sesuai target. Kemudian yang ketiga perkembangan skor epidemologi dalam jangka waktu tertentu.

Kucuran dana tersebut pun dianggarkan salah satunya untuk membeli mobil uji PCR (Polymerase Chain Reaction). Mobil ini berguna untuk mempercepat diagnosis penyakit menular, seperti Covid-19, melalui uji swab. Tak hanya itu, dana ini juga akan digunakan untuk pembelian APD dan keperluan lainnya.

Neni pun mengucapkan terima kasih atas apresiasi pemerintah pusat terhadap kinerja dan kerja keras pemerintah dan masyarakat menangani Covid 19 di wilayah Bontang.

Apresiasi pemerintah pusat, lanjut Neni berupa Dana Insentif Daerah merupakan hasil penilaian terhadap kinerja pemerintah, DPRD, tim gugus tugas, para tenaga kesehatan dan seluruh elemen masyarakat Bontang dalam menangani Covid 19.

“Kita akan terus membangun sinergi serta kerja sama yang baik, dan seluruh unsur pemerintah Kota Bontang memastikan selalu hadir bersama masyarakat membantu warga selama Covid-19,” tegas Neni.

Dia juga tetap mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi dan mempraktikkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

 

 

[id]

More Stories
Antisipasi Lonjakan Kehamilan di Masa Covid-19, BKKBN Kaltim Pesan 6 Ribu Lusin Kondom