Bontang, PRANALA.CO – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kaltim untuk memindahkan rumah jabatan (rujab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota ke kawasan Bontang Lestari menuai sorotan dari kalangan mahasiswa.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Bontang menyampaikan kritik terbuka terhadap rencana tersebut. Mereka menilai langkah itu belum mendesak. Serta berpotensi membebani keuangan daerah di tengah kondisi ekonomi nasional belum stabil.
Ketua HMI Bontang, Maldini, menyatakan keprihatinannya atas prioritas kebijakan yang diambil Pemkot. Ia menilai, seharusnya fokus utama pemerintah daerah saat ini. Yaitu, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Harusnya wali kota berpikir bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat UMKM agar mandiri. Bukan justru membangun rujab baru yang malah membebani APBD,” ujar Maldini dalam keterangannya, Jumat (11/4/2025).
HMI Bontang juga mempertanyakan urgensi pemindahan rujab. Dinilai dapat menciptakan jarak antara pemimpin dan rakyat. Menurut mereka, keberadaan kepala daerah semestinya dekat secara fisik dan emosional dengan masyarakat. Terlebih dalam masa awal pemerintahan yang seharusnya menjadi momentum membangun kepercayaan publik.
“Ini wali kota baru saja dilantik, kok langsung mau pindah rujab? Jangan sampai muncul persepsi seolah-olah ingin menjauh dari rakyat,” tambah Maldini.
Kritik ini muncul seiring dengan situasi ekonomi nasional yang tengah menghadapi tekanan berat. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dikabarkan mencapai titik terendah dalam sejarah. Menembus angka Rp16 ribu per dolar.
Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam pidatonya pada Sarasehan Ekonomi di Jakarta (8 April 2025) menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi bangsa. Yakni, melalui swasembada dan industrialisasi yang berpihak pada rakyat.
HMI menilai pesan tersebut sejalan dengan semangat mahasiswa. Yakni, mendorong agar kebijakan di daerah tetap berpijak pada kepentingan masyarakat banyak. Bukan hanya pembangunan fasilitas birokrasi.
Sebagai organisasi kepemudaan yang aktif mengawal isu-isu publik, HMI Bontang mengajak Pemkot untuk lebih mengedepankan pendekatan partisipatif dan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan strategis.
“Pemkot perlu mendengar suara rakyat dan mempertimbangkan apakah proyek ini benar-benar menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Jangan sampai keputusan yang diambil justru menimbulkan jarak dan kegelisahan di tengah masyarakat,” pungkas Maldini.
Rencana Besar Pemkot di Bontang Lestari; Mulai Rujab, Sirkuit, hingga Wisata Religi
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama jajaran pimpinan daerah melakukan peninjauan sejumlah lahan strategis. Lahan itu disiapkan untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur penting, Selasa (8/4/2025).
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Wakil Wali Kota Agus Haris, Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, Anggota DPRD Heri Keswanto. Adapula Sekretaris Daerah Aji Erlynawati, Kepala Bapperida Amiruddin, serta Kepala Bagian Prokompim, Iskandar.
Peninjauan pertama dilakukan di lokasi rencana pembangunan Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah. Kawasan seluas 5 hektare ini dirancang menjadi kompleks pemerintahan terpadu. Dilengkapi fasilitas penunjang seperti Masjid KORPRI.
“Selama ini Bontang belum memiliki masjid yang juga berfungsi sebagai destinasi wisata religi. Rencana ini kami harap menjawab kebutuhan itu,” ungkap Wali Kota Neni.
Pemerintah daerah menargetkan proses perencanaan kawasan ini dapat dimulai tahun ini. Sebagai langkah awal menuju realisasi kawasan pemerintahan yang lebih terpusat dan efisien.
Selain fokus pada infrastruktur pemerintahan, Wali Kota juga meninjau lahan eks Terbang Layang. Rencananya akan digunakan untuk pembangunan sirkuit balap. Langkah ini disebut sebagai upaya mendorong aktivitas olahraga dan memfasilitasi minat generasi muda di bidang otomotif.
“Semoga rencana pembangunan sirkuit ini bisa dieksekusi antara tahun 2026 hingga 2027. Saat ini kami fokus pada perencanaan serta ketersediaan anggaran,” ujar Neni.
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















Comments 1