MOMENTUM pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan bakal terasa berbeda tahun ini. Alih-alih sekadar menjadi perayaan seremonial belaka, sebuah gerakan kolaboratif bertajuk Muslim Hijrah Fest Bontang siap digelar untuk memantik semangat perubahan anak muda setempat.
Mengusung tema besar "Hijrah Hati, Tumbuh Menjadi Muslim dan Muslimah Lebih Berarti", perhelatan ini memadukan kedalaman spiritualitas dengan ketajaman intelektual. Tak tanggung-tanggung, panitia menggabungkan kajian keislaman kelas dunia dengan kompetisi esai bagi pelajar dan mahasiswa.
Ketua Panitia Muslim Hijrah Fest Bontang, Asep Gumilar, mengungkapkan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang aman sekaligus wadah inspirasi. Pihaknya ingin memfasilitasi generasi muda Bontang agar mampu memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman modern.
"Kami ingin Tahun Baru Islam menjadi momentum bagi anak-anak muda untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kemampuan literasi, dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar," ujar Asep.
Daya tarik utama festival ini terletak pada sesi kajian yang menghadirkan sosok Arsya Amarlaily. Nama Arsya sudah tidak asing lagi di panggung dakwah internasional, setelah kerap membagikan ilmunya di berbagai negara mulai dari Mesir, Turki, Jepang, Iran, hingga Korea Selatan.
Pengalaman lintas budaya yang dimiliki pembicara diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir para remaja Bontang mengenai esensi hijrah yang adaptif namun tetap memegang teguh akidah.
Suasana kajian dipastikan bakal semakin syahdu karena bertempat di Masjid Terapung Darul Irsyad Al-Muhajirin, salah satu ikon spiritual Kota Bontang. Agenda ini dijadwalkan berlangsung Ahad, 28 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WITA. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak terlibat aktif dalam sesi diskusi interaktif dan tanya jawab.
Bagi anak muda yang gemar menumpahkan gagasan lewat tulisan, panitia menyediakan panggung khusus melalui Lomba Esai Muslim Hijrah Fest 1448 H. Kompetisi ini terbuka bagi para peserta yang telah mendaftarkan diri dalam sesi kajian.

Panitia membagi kompetisi ini ke dalam dua kategori dengan tema yang relevan dan dekat dengan kehidupan remaja:
- Kategori Pelajar SMA: "Makna Hijrah Menurut Kamu"
- Kategori Mahasiswa: "Implementasi Hijrah Bagi Remaja"
Aturan mainnya cukup ketat untuk menjaga kualitas. Setiap karya wajib merupakan buah pemikiran orisinal, bebas plagiarisme, belum pernah dipublikasikan, serta bersih dari unsur SARA.
Gerakan kebaikan ini dapat diikuti seluruh pelajar dan mahasiswa yang berdomisili di Bontang tanpa dipungut biaya alias gratis. Mengingat kapasitas tempat yang terbatas demi kenyamanan proses belajar, calon peserta diimbau untuk segera mengamankan kuota.
Proses pendaftaran peserta kajian sudah mulai dibuka sejak 17 Juni dan akan ditutup pada 27 Juni 2026. Sementara itu, batas akhir pengumpulan naskah esai jatuh pada tanggal 25 Juni 2026.
Setelah melewati proses kurasi dan penilaian ketat oleh tim juri, pemenang lomba esai yang kreatif dan berdampak akan langsung diumumkan pada puncak acara pada 28 Juni 2026. Jangan sampai melewatkan kesempatan berharga ini untuk bertumbuh bersama. [RE/BAMS]
















