TIDAK semua ketakutan narapidana muncul saat vonis dibacakan di pengadilan. Bagi Dani, warga binaan kasus narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bontang, ketakutan terbesar justru menunggu setelah pintu penjara terbuka: ditolak masyarakat dan gagal mendapat pekerjaan.
Kekhawatiran itu ia sampaikan saat menceritakan harapannya setelah bebas nanti. Dani mengaku ingin kembali hidup normal, bekerja, dan menghidupi keluarganya. Namun, ia sadar label mantan narapidana kerap membuat proses kembali ke masyarakat tidak mudah.
“Harapan saya setelah keluar bisa diterima kembali oleh masyarakat dan bekerja untuk keluarga,” ujar Dani.
Selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas, Dani mengaku mulai memahami dampak penyalahgunaan narkotika secara lebih luas. Bukan hanya soal hukuman pidana, tetapi juga kerusakan hubungan keluarga, hilangnya kepercayaan, hingga sulitnya membangun hidup kembali setelah bebas.
Ia mengatakan berbagai sosialisasi bahaya narkoba di dalam lapas membuka pandangannya tentang risiko kesehatan dan konsekuensi sosial akibat penyalahgunaan narkotika. Dari proses itu, muncul keinginan untuk benar-benar memulai hidup baru.
Namun, menurut Dani, niat berubah sering kali tidak cukup jika mantan warga binaan tidak memiliki akses pekerjaan atau keterampilan. Ia menilai kondisi tersebut dapat membuat sebagian mantan pengguna kembali terjebak pada lingkungan lama.
“Kalau punya keterampilan, kami bisa mandiri dan tidak kembali ke narkoba,” katanya.
Pernyataan Dani menggambarkan persoalan yang lebih besar dalam proses pemasyarakatan: bagaimana mantan narapidana dapat kembali diterima dan memiliki ruang untuk memulai hidup baru. Di banyak kasus, stigma sosial membuat mantan warga binaan kesulitan mendapat pekerjaan, meski telah menyelesaikan hukuman dan menjalani pembinaan.
Di sisi lain, berbagai program pelatihan keterampilan di lapas dinilai menjadi salah satu upaya untuk menekan risiko residivisme, terutama pada kasus narkotika. Keterampilan kerja dan dukungan sosial disebut menjadi faktor penting agar mantan warga binaan memiliki pilihan hidup yang lebih stabil setelah bebas.
Bagi Dani, kesempatan kedua bukan hal yang muluk. Ia hanya ingin memiliki pekerjaan yang halal dan kesempatan untuk membuktikan bahwa seseorang yang pernah terjerat narkoba masih bisa berubah. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















