• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, April 3, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Rawit Hiyung, Cabai Terpedas di Indonesia asal Kalimantan

Suriadi Said by Suriadi Said
5 Agustus 2021 | 19:30
Reading Time: 4 mins read
1
Rawit Hiyung, Cabai Terpedas di Indonesia asal Kalimantan

Ilustrasi. Foto: iStoc

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Hampir sebagian besar kuliner khas Indonesia identik dengan cita rasa pedas yang berasal dari cabai baik sebagai pelengkap dalam campuran bumbu, atau cabai utuh yang diolah khusus untuk membuat sambal sebagai teman hidangan yang tak boleh terlewat bagi sebagian besar masyarakat tanah air.

Saking populernya, tak jarang terdengar ungkapan “bukan orang Indonesia kalau tidak suka makanan pedas” yang nyatanya banyak disetujui oleh sebagian besar orang. Bicara soal cabai yang menjadi sumber utama dari keberadaan makanan pedas, salah satu bahan makanan satu ini nyatanya memiliki berbagai macam jenis dengan tingkat kepedasan yang berbeda.

PILIHAN REDAKSI

Usai Menang Praperadilan, Gubernur Kalsel Paman Birin Memilih Mundur

Usai Menang Praperadilan, Gubernur Kalsel Paman Birin Memilih Mundur

13 November 2024 | 19:27
Porwanas XIV 2024 Masuk Rangkaian Hari Jadi ke-74 Kalimantan Selatan

Porwanas XIV 2024 Masuk Rangkaian Hari Jadi ke-74 Kalimantan Selatan

18 Juli 2024 | 17:58

Yang paling umum ditemui dan bisa didapat dengan mudah sudah pasti cabai merah atau hijau besar, cabai rawit, cabai keriting. Adapun jenis cabai yang dikenal memiliki tingkat kepedasan lebih tinggi di antaranya cabai gendot, cabai jalapeno, hingga cabai katokkon.

Namun di antara beberapa jenis cabai tersebut, nyatanya masih ada satu jenis yang diklaim sebagai cabai terpedas di Indonesia dengan tingkat kepedasan jauh dibanding cabai-cabai yang selama ini bisa didapat dengan mudah, yaitu cabai rawit hiyung.

Sesuai namanya, cabai ini hanya tumbuh di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kalimantan Selatan. Bukan berarti jenis cabai ini tidak bisa ditanam di daerah lain, tentu bisa namun menurut keterangan petani sekitar kepedasannya akan jauh berkurang, bahkan cenderung tidak pedas.

Nyatanya, dari hasil penelitian Laboratorium Pengujian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen milik Kementerian Pertanian RI, cabai hiyung memiliki tingkat kepedasan tinggi dengan kandungan kapsaisin atau zat kimia yang menimbulkan rasa pedas mencapai 2333,05 ppm, atau setara dengan 17 kali lipat kepedasan dibanding cabai biasa.

Awal kemunculan dan berkah Cabai Hiyung bagi masyarakat sekitar

Melansir pantaugambut.id, kehadiran cabai hiyung pertama kali bermula dari seorang petani bernama Soebarjo yang membawa bibit cabai dari desa tetangga yaitu Desa Linuh, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin pada tahun 1993.

Sebelumnya, wilayah Desa Hiyung yang memang didominasi oleh lahan gambut membuat wilayah tersebut kurang subur dan selalu gagal jika ditanami padi, terutama karena banyaknya hama yang muncul. Hingga pada akhirnya membuat masyarakat sekitar sempat pasrah dengan kondisi yang ada.

abon cabai
Abon cabai hiyung | pantaugambut.id

Namun, langkah Soebarjo yang membawa bibit cabai dari desa sebelah dan menanamnya di Desa Hiyung ternyata membuat cabai yang dihasilkan memiliki tingkat kepedasan yang lebih tinggi. Sejak saat itulah masyarakat setempat mulai berangsur-angsur beralih pekerjaan menjadi petani cabai.

Terus berkembang hingga saat ini, keberadaan cabai hiyung bahkan sampai membuat munculnya Asosiasi Cabai Rawit Hiyung di daerah tersebut. Ketua Asosiasi, Junaidi, bahkan membagikan berkah dan keuntungan besar yang didapatkan masyarakat sekitar berkat menjadi petani cabai hiyung.

Dijelaskan bahwa masyarakat bisa meraup 2 ton per masa panen sebanyak 30 kali dalam satu tahun. Adapun harga tertinggi cabai hiyung pernah mencapai Rp70 ribu/kg hingga Rp90 ribu/kg, terlebih harga di pasaran bisa jauh lebih tinggi dibandingkan harga tersebut.

Keuntungan tersebut nyatanya juga bersamaan dengan masyarakat luar yang tak henti memesan cabai hiyung kepada para petani di Desa Hiyung.

“Saya sekarang punya sedikitnya 35 pelanggan. Itu dari pengepul, pengecer, dan rumah makan. Kalau lokasi pemesannya dari Kalimantan Selatan sampai daerah Jawa juga ada,” ungkap Junaidi.

Masih mengutip sumber yang sama, dijelaskan bahwa cabai hiyung memiliki keunggulan dari segi keawetan yang disebut bisa bertahan hingga 8 sampai 10 hari. Hal tersebut dibuktikan oleh Junaidi saat dirinya mengantar cabai tersebut ke pameran tingkat nasional di berbagai daerah di Indonesia.

“…boleh dibilang cabai terpedas dan terawet di Indonesia menurut penelitian itu. Kalau di tingkat dunia, belum ya. Tapi kita bangga punya cabai ini,” jelasnya.

Tidak ingin berpuas diri dengan pencapaian yang dimiliki, sekitar 300-an petani cabai hiyung di desa tersebut akhirnya memaksimalkan penjualan cabai dengan berinovasi membuat produk lain, yaitu Abon Cabai Hiyung yang dihargai seharga Rp15 ribu per botolnya.

Menukil Mongabay Indonesia, inovasi yang dilakukan tersebut nyatanya berbuah manis mengingat para petani mendapat keuntungan lebih besar jika cabai rawit atau produk olahannya dikirim ke luar negeri seperti Spanyol dan Jepang, dibanding keuntungan jika cabai hiyung dijual ke pengepul, pengecer, ataupun ke warung-warung dengan keuntungan sekitar 25 persen dari harga jual.

Dukungan pemerintah setempat dan tantangan yang dihadapi petani Cabai Hiyung

Keberhasilan Desa Hiyung dalam membudidayakan hasil pertanian yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar rupanya mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah setempat, Pemerintah Kabupaten Tapin disebutkan mengembangkan 200 hektare lahan untuk tanaman cabai hiyung di daerah tersebut.

Selain itu, cabai hiyung sudah terdaftar sebagai varietas tanaman lokal di Kementerian Pertanian dengan nomer 09/PLV/2012. Bukan berarti jauh dari hambatan, petani cabai hiyung juga kerap kali dihantui oleh kondisi alam dan cuaca yang dapat mengancam keberadaan lahan cabai hiyung yang ditanam. Musim hujan disebut jadi saat-saat yang perlu dikawatirkan karena intensitas hujan yang tinggi disebut bisa menyebabkan kerusakan daun.

Benih Biji Cabe Rawit Hiyung Tapin
Rawit Hiyung

Junaidi juga menceritakan beberapa kali peristiwa gagal panen karena lahan pertanian yang terendam banjir. Kebalikannya, musim kemarau justru diklaim sebagai musim terbaik bagi para petani cabai hiyung karena bisa membuat tanah di lahan gambut menjadi lebih subur.

Tak cukup sampai di situ, tantangan lain yang harus siap dihadapi adalah peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seperti yang pernah terjadi di tahun 2015 dan 2019, peristiwa tersebut menimbulkan kerugian besar bagi petani dan membuat harga jual dari cabai hiyung jatuh menjadi Rp7.000/kg.

Peristiwa tersebut yang pada akhirnya mendorong para petani membuat inovasi olahan cabai, agar para petani tetap memiliki komoditas yang dapat dijual dari hasil panen yang sudah ada sebelumnya. Adapun dalam pembuatan rumah produksi dari pengolahan abon cabai hiyung dibantu oleh pemerintah daerah Tapin.

Bersamaan dengan hal itu, sebagai upaya untuk mempertahankan eksistensi cabai dari Hiyung. Kelompok petani mendaftarkan hak intelektual varietas cabai rawit Hiyung dan abon cabai Hiyung di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI. Agar tak ada yang menjiplak jenis cabai satu ini.

Sedangkan mengenai upaya dalam mengantisipasi peristiwa karhutla, warga Desa Hiyung dibantu oleh pemerintah Tapin sudah menyiapkan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dan membentuk Kelompok Tani Peduli Api (KTPA). Kelompok itu memiliki satu mobil operasional yang dilengkapi dengan peralatan selang dan mesin pompa serta satu mobil pikap untuk operasional Desa Tangguh Bencana (DTB). (*)

Tags: CabaiKalimantan SelatanRawit Hiyung
Previous Post

Satgas Oksigen Dibentuk, Kaltim Klaim Mampu Penuhi Kebutuhan 40 Ton per Hari

Next Post

Cerita Pandemi: Deadline Pelanggan atau Batas Akhir Kumpul Tugas Sekolah Anak

BACA JUGA

IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daraan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak Libur Lebaran, 62.500 Pengunjung Padati IKN dalam Sehari

IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak

3 April 2026 | 20:18
Kukar Siap Gelar MTQH ke-46 Kaltim November 2026, 13 Lokasi Strategis Disiapkan

Kukar Siap Gelar MTQH ke-46 Kaltim November 2026, 13 Lokasi Strategis Disiapkan

3 April 2026 | 09:57
Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

2 April 2026 | 22:24
Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

2 April 2026 | 17:08
Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

1 April 2026 | 20:24
Kebijakan WFH ASN Masuk Kutim, Ini Skema yang Disiapkan Kutim Jajaki Dukungan Pusat untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur Strategis Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman Hasil Rakornas 2026, Pemkab Kutim Kaji Program Perumahan hingga Sawit

Kebijakan WFH ASN Masuk Kutim, Ini Skema yang Disiapkan

1 April 2026 | 20:15
Next Post
Cerita Pandemi: Deadline Pelanggan atau Batas Akhir Kumpul Tugas Sekolah Anak

Cerita Pandemi: Deadline Pelanggan atau Batas Akhir Kumpul Tugas Sekolah Anak

Comments 1

  1. Ping-balik: Cobain Resep Sambal Raja Kutai yang Bikin Nagih – pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24
Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

1 April 2026 | 07:21

Terbaru

IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daraan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak Libur Lebaran, 62.500 Pengunjung Padati IKN dalam Sehari

IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak

3 April 2026 | 20:18
Kontras di Balik Lesunya Properti Balikpapan: Rumah Mewah Justru Laris Gratis Pajak dan Izin Bangunan, Penajam Paser Utara Targetkan Pertumbuhan Sektor Properti

Kontras di Balik Lesunya Properti Balikpapan: Rumah Mewah Justru Laris

3 April 2026 | 20:03
Samarinda Bidik Tuan Rumah Konferensi Internasional, Dorong Generasi Muda Kuasai Diplomasi

Samarinda Bidik Tuan Rumah Konferensi Internasional, Dorong Generasi Muda Kuasai Diplomasi

3 April 2026 | 19:47
Bukan Open Bidding, Sekda Samarinda Dipilih lewat Sistem Baru

Bukan Open Bidding, Sekda Samarinda Dipilih lewat Sistem Baru

3 April 2026 | 19:43

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved