Pranala.co, BONTANG — Hujan turun sejak petang. Jalanan basah. Langit gelap. Namun semangat warga Bontang tetap menyala.
Sejak pukul 19.30 Wita, hujan mengguyur kota. Pembukaan Pupuk Kaltim Fest (PKT Fest) 2025 pun sempat tertunda sekira satu jam. Tapi ribuan warga tak beranjak.
Mereka tetap memadati halaman parkir GOR PKT, Jumat malam (26/12/2025). Menunggu. Menikmati. Merayakan.
PKT Fest 2025 mengusung tema “Charity for Sumatra”. Sebuah pesan yang kuat. Hiburan dirangkai dengan kepedulian. Panggung musik menjadi ruang berbagi untuk korban bencana di Sumatra.
Sejak awal acara, nuansa kebersamaan terasa kental. Udara sejuk selepas hujan justru menambah hangat suasana.
Malam dibuka oleh Nitrea Ambyar. Energi mereka langsung membakar semangat penonton. Lagu demi lagu disambut sorak dan tepuk tangan.
Sorotan kemudian beralih ke Marching Band PKT. Grup kebanggaan Pupuk Kaltim ini tampil memukau. Kebanggaan pun mengalir.
Baru saja, mereka menorehkan prestasi internasional. Tiga gelar juara diraih di ajang Thailand World Music Championship 2025.
Di atas panggung, mereka membawakan dua lagu. Salah satunya Tabola Balek, lagu yang tengah viral. Satu lagi adalah komposisi andalan yang mengantar mereka ke panggung dunia.
Tepuk tangan panjang pun pecah. Penonton berdiri. Bangga pada putra-putri daerah.
Suasana kemudian berubah. Lebih tenang. Lebih hangat.
Amurea Reunion hadir dengan balutan musik jazz. Mereka membawakan lagu Rumah Kita. Lagu itu menggugah. Menyentuh. Mengajak penonton merenung.
Pesan kepedulian terhadap korban bencana disampaikan dengan lembut. Beberapa penonton tampak larut.
“Saya terharu. Ini bukan sekadar hiburan. Tapi pengingat untuk peduli,” kata Rina, pengunjung asal Bontang Selatan.
Menjelang akhir, suasana kembali bergelora. Pasming Based feat DJ Hendra menutup malam dengan energi penuh. Penonton bertahan hingga lagu terakhir.
Tak hanya musik yang mengalir. Kepedulian pun ikut bergerak.
Hingga pukul 22.22 Wita pada malam pembukaan, donasi yang terkumpul mencapai Rp114,365 juta. Dana ini akan disalurkan untuk membantu korban bencana di Sumatra.
PKT Fest 2025 akan berlangsung selama enam hari, dari 26 hingga 31 Desember 2025. Setiap hari akan hadir penampilan spesial. Genre musik berbeda. Warna baru setiap malam.
Di akhir tahun ini, Pupuk Kaltim tak hanya menghadirkan pesta. Tetapi juga makna.
Hiburan. Prestasi. Dan kepedulian. Semua berpadu dalam satu panggung kebersamaan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















