Pranala.co, BONTANG — PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan mendukung penuh pelaksanaan Bazar Ramadan Baiturrahman 1447 Hijriah. Kegiatan yang digelar Majelis Taklim Muslimah Yayasan Baiturrahman ini menjadi ruang penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama bulan suci Ramadan.
Ketua Majelis Taklim Muslimah Yayasan Baiturrahman, Agustina Ratna Kusuma Dewi, menjelaskan bazar tersebut merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan secara konsisten selama 30 tahun.
“Bazar Ramadan ini bagian dari komitmen pemberdayaan ekonomi umat. Setiap tahun kualitas penyelenggaraan terus kami tingkatkan,” ujarnya saat pembukaan bazar, Kamis (19/2/2026).
Tahun ini, sebanyak 124 pelaku UMKM ambil bagian dan difasilitasi selama 25 hari penuh sepanjang Ramadan. Beragam menu berbuka puasa disajikan, mulai dari makanan tradisional hingga kuliner kekinian.
Agustina memastikan seluruh pelaku UMKM telah melalui proses verifikasi, termasuk standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Produk yang dijual dipastikan layak konsumsi. Kami ingin masyarakat tidak hanya mudah mendapatkan menu berbuka yang beragam dan terjangkau, tetapi juga sehat dan aman,” katanya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap bazar ini terus meningkat. Selain menjadi tempat berburu takjil, bazar juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat Kota Bontang.
Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur, Gusrizal, menyatakan dukungan terhadap bazar sejalan dengan peran perusahaan sebagai agen pembangunan, khususnya dalam penguatan UMKM dan kemandirian ekonomi daerah.
“Pupuk Kaltim menyambut positif dan mendukung penuh pelaksanaan Bazar Ramadan Majelis Taklim Muslimah Yayasan Baiturrahman. Ini bentuk nyata kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Gusrizal menilai UMKM memiliki posisi krusial dalam struktur perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah. Oleh sebab itu, Pupuk Kaltim terus mendorong berbagai program berkelanjutan guna memperkuat sektor tersebut.
Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya diukur dari geliat industri besar, tetapi juga dari sejauh mana ekonomi kerakyatan diberi ruang untuk tumbuh.
“Bontang sebagai kota industri memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan kekuatan korporasi dengan masyarakat dalam menciptakan kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Salah satu pelaku UMKM, Samiyatun, mengaku merasakan dampak langsung dari keikutsertaannya dalam bazar tersebut. Ia rutin mengikuti kegiatan ini dengan produk andalan ayam kodok dan berbagai menu berbuka puasa lainnya.
Menurutnya, bazar tidak hanya meningkatkan omzet selama Ramadan, tetapi juga memperluas jaringan pelanggan.
“Banyak pembeli mengenal produk saya dari bazar. Setelah Ramadan, mereka tetap memesan untuk arisan atau hajatan. Jadi manfaatnya berlanjut,” tuturnya. (ADS/PKT)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















