PRANALA.CO, Bontang – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Bontang menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) di Ruang Trembesi, Grand Mutiara Hotel, Senin (18/11/2024).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme juru sembelih halal sekaligus menjamin kehalalan produk daging yang beredar di masyarakat.
Pelatihan resmi dibuka Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Asdar Ibrahim. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif Baznas dan DKP3 Bontang serta menegaskan pentingnya peran Juleha dalam memastikan kehalalan produk makanan.
“Pelatihan ini adalah langkah penting untuk menjamin daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar halal sesuai syariat Islam. Pemerintah Kota Bontang berkomitmen mendorong kegiatan semacam ini secara berkesinambungan agar kualitas sumber daya manusia terus meningkat,” ujar Asdar.
Ketua Baznas Bontang, Kuba Suga, mengungkapkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang akan menjalani program hingga 22 November. Para peserta mendapatkan materi komprehensif, mulai dari teori penyembelihan halal hingga praktik langsung di lapangan.
“Kami berharap pelatihan ini memberikan bekal yang cukup untuk peserta agar dapat menjadi juru sembelih halal yang andal, profesional, dan berstandar tinggi,” katanya.
Tiga pemateri ahli turut hadir untuk memberikan pelatihan, yakni drh. Dwi Windiana, drh. Heris Kustiningsih, dan Yudi Subandi dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor. Materi yang diberikan mencakup proses penyembelihan sesuai syariat, penanganan hewan yang baik, serta teknik memastikan standar kehalalan terpenuhi.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung jaminan halal di Bontang. Dengan adanya Juleha yang tersertifikasi, masyarakat tidak hanya mendapatkan jaminan kehalalan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan terhadap produk daging yang dikonsumsi sehari-hari.
“Dengan sertifikasi ini, kami berharap tidak ada lagi keraguan dari masyarakat terhadap proses penyembelihan. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kehalalan makanan di Bontang,” tambah H. Kuba Suga.
Baznas dan DKP3 Bontang optimistis pelatihan ini menjadi awal dari pembentukan ekosistem halal yang lebih baik di kota tersebut. Pemerintah juga berencana memperluas pelatihan serupa ke berbagai sektor pangan lainnya untuk menjaga standar halal secara menyeluruh.
Pelatihan dan sertifikasi Juleha ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam mewujudkan layanan terbaik bagi masyarakat. Ke depan, program serupa diharapkan dapat melibatkan lebih banyak peserta dan mencakup wilayah yang lebih luas. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















Comments 1