NILAI investasi di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), menembus Rp3,08 triliun sepanjang 2025 atau melampaui target pemerintah daerah yang dipatok Rp2,5 triliun. Namun, di balik capaian itu, investasi ternyata terkonsentrasi hampir sepenuhnya di satu wilayah.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang menunjukkan sebesar Rp1,17 triliun atau 98,94 persen investasi masuk ke Kecamatan Bontang Utara. Sementara Bontang Barat hanya memperoleh Rp9,36 miliar dan Bontang Selatan Rp3,2 miliar.
Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan realisasi investasi 2025 mencapai 123,23 persen dari target awal. Angka itu juga tumbuh 13,66 persen dibanding realisasi investasi tahun sebelumnya.
“Capaian ini menunjukkan Kota Bontang semakin dipercaya investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Aspian Nur di Bontang, Rabu.
Dominasi investasi di Bontang Utara tidak lepas dari keberadaan kawasan industri besar dan infrastruktur penunjang yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi kota tersebut.
Dari total investasi yang masuk, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp3,02 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp54,11 miliar.
Secara sektoral, investasi PMDN paling besar berasal dari industri pengolahan, terutama industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi dengan kontribusi mencapai 85,96 persen. Sisanya berasal dari perdagangan dan reparasi, industri logam dasar, jasa lainnya, hingga hotel dan restoran.
Kondisi ini memperlihatkan struktur investasi Bontang masih sangat bergantung pada sektor industri besar. Di sisi lain, ketimpangan sebaran investasi antarwilayah menjadi tantangan tersendiri bagi pemerataan pertumbuhan ekonomi di kota industri tersebut. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















