Pranala.co, SAMARINDA – Pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat tak membuat langkah Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) goyah. Meski dana yang masuk disebut-sebut berkurang hingga 50 persen, pemerintah provinsi memastikan program prioritas untuk rakyat tetap berjalan.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan fokus pembangunan daerah tetap pada tiga pilar utama: infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
“Kami tetap fokus pada pembangunan yang langsung memberi manfaat ke masyarakat. Infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan menjadi perhatian utama,” ujar Rudy, Rabu (17/9/2025).
Menurut Rudy, pendidikan adalah kunci masa depan Kaltim. Ia menargetkan pada APBD 2026 nanti, seluruh anak-anak Kaltim bisa mengenyam pendidikan dari jenjang SMA hingga S3 tanpa hambatan biaya.
“Pendidikan bukan biaya, tapi investasi masa depan. Kami ingin memastikan anak-anak Kaltim bisa sekolah setinggi-tingginya. Kami juga berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat,” tegasnya.
Gubernur Kaltim mengakui pemangkasan TKD menjadi tantangan besar. Namun, ia memastikan jajaran Pemprov Kaltim tengah menyiapkan strategi agar program pembangunan tidak terhenti.
“Langkah-langkah strategis sedang kami persiapkan untuk menanggulangi dampak pemotongan TKD. Tapi arah kebijakan tetap jelas, pendidikan harus diprioritaskan,” tambahnya.
Selain pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur strategis akan terus dipacu. Pemerintah provinsi menilai infrastruktur menjadi fondasi untuk membuka akses ekonomi, meningkatkan mobilitas, dan mendukung pemerataan pembangunan di seluruh daerah.
Di tengah badai efisiensi anggaran, Pemprov Kaltim memilih tetap optimis. Rudy menegaskan bahwa pembangunan harus tetap memberi dampak nyata, meski dengan keterbatasan dana.
“Kami ingin memastikan masyarakat Kaltim tetap mendapat layanan terbaik. Anggaran memang dipangkas, tapi semangat membangun tidak boleh ikut dipangkas,” tegas Rudy Mas’ud. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















