Mengurai Masalah Lalu Lintas di Jembatan Mahakam Samarinda

Potret jalur Jembatan Mahkota IV dari arah Samarinda Kota menuju Samarinda Seberang.

PRANALA.CO, Samarinda – Median Jalan Bung Tomo dan Jalan Slamet Riyadi yang menjadi akses keluar-masuk menuju Jembatan Mahakam bakal dipangkas. Rencana tersebut mencuat seiring keluhan dari warga yang saban hari keluar masuk kawasan tersebut. Kini rancangan itu dalam pembahasan bersama.

“Secara fungsi, dua jembatan ini (Jembatan Mahakam Kota IV dan Jembatan Mahakam) sudah sangat membantu kelancaran mobilitas dari Samarinda Kota ke Samarinda Seberang maupun sebaliknya,” ujar Vincentius Hari Prabowo, kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Kamis (19/11).

Meski demikian, kata dia, ada beberapa bagian yang bikin pengendara tak nyaman. Misalkan di pertigaan Jembatan Mahakam menuju Jalan Cipto Mangunkusumo dan Jalan Bung Tomo. Di situ masih terjadi pergerakan lalu lintas yang tak manis atau tidak halus. Penyebabnya tak lain adalah infrastruktur median jalan yang tak langsung dirapikan tatkala membangun Jembatan Mahkota IV.

Sebenarnya untuk persoalan ini pihaknya sudah rapat dengan unsur terkait. Sejumlah kesepakatan diperoleh. Antara lain memfungsikan kembali fasilitas putaran balik arah (U-turn) di bawah flyover Jembatan Mahakam di Samarinda Seberang. Pun demikian dengan media jalan di kawasan tersebut bakal dibongkar.

“Juga dengan lampu lalu lintas dari arah Jalan Cipto Mangunkusumo akan dinonaktifkan,” sebutnya.

Pilihan-pilihan ini diambil untuk menambah kapasitas pergerakan lalu lintas dari arah Jalan Bung Tomo menuju Jembatan Mahakam. Saat ini posisinya jembatan sudah dua jalur. Sehingga Jalan Cipto Mangunkusumo dan Jalan Bung Tomo konsisten dengan lajurnya masing-masing.

Pun demikian saat masuk ke jembatan tak akan lagi pengendara yang rebutan akses. Usulan serupa bakal terjadi dengan putaran balik arah SMP10 di kawasan Jalan Untung Suropati. Sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim sudah memberikan desain, namun ditunda.

“Kami harap agar putaran itu dimunculkan kembali pada 2021 supaya lebih bagus,” sebutnya lagi.

Dia menambahkan, lampu lalu lintas di simpang Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Untung Suropati juga telah disepakati tak akan difungsikan. Alasannya bila itu diaktifkan maka bisa terjadi penumpukan kendaraan dari arah Jembatan Mahakam. Kondisi ini tentu riskan bagi jembatan. Maklum saja Jembatan Mahakam memang tak lagi muda, diresmikan pada 1987. Jalur penghubung pertama Samarinda Kota dan Samarinda Seberang ini sudah melewati tiga dekade.

“Jadi ini untuk keamanan dan keberlangsungan untuk jembatan itu sendiri,” katanya.

 

 

[fr|ks]

More Stories
Realisasi Investasi di Kaltim Merosot Tajam selama Pandemi Corona