Bunga Kratom asal Kutai Kartanegara Tembus Pasar Amerika

Daun kratom yang telah diolah menjadi bubuk kering | AFP

PRANALA.CO, Tenggarong – Tanaman kratom (Mitragyna Speciosa) tumbuh subur di Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Lantaran jadi sumber penghasilan warga di masa pandemi, daun kratom bahkan diekspor ke Amerika Serikat.

Lokasinya, berada di hulu Desa Tuana Tuha. Tanaman yang tumbuh dengan alami itu, memiliki luasan lebih dari 1.000 hektare, yang berada di seberang sungai.

“Ada 3.000-an hektare di seberang itu, tanaman kratom secara alami, dari alam bukan budi daya. Itu tumbuh sendiri,” kata Kades Tuana Tuha Tommy, menukil merdeka.com.

Menurut Tommy, warga ramai mencari daun kratom, bahkan pembeli berasal dari desa tetangga. Dalam sehari, bisa diperoleh hingga 20 ton. “Bahan baku paling banyak di tempat kami,” ujar Tommy.

Bahkan, warga berprofesi sebagai nelayan pun, kebanyakan pindah mencari daun kratom. Sebab, menurut mereka penghasilan mencari ikan tidak menentu. Sementara mencari tumbuhan ini sangat mudah dicari. Tinggal menyeberang ke sungai sudah bisa menemukan sumber penghasilan.

Pencarian daun kratom, menyerap tenaga kerja cukup banyak. “Laki-laki yang mencari daun, hampir 200-an orang. Nah, kaum ibu yang kemudian menjemurnya, kemudian menampi,” sebut Tommy.

Sementara untuk khasiat daun kratom. Kata dia, dipakai sejak dulu untuk sakit diare, lalu penyembuhan setelah melahirkan. Biasa dengan cara meninum air rebusan dari daun kratom.

Bahkan, lanjut Tommy, pembeli pun ada yang datang dari Pontianak, Kalimantan Barat. “Setahu kami, kalau mengirim ke Pontianak, daun kratom digunakan untuk daya tahan tubuh. Diekstrak jadi kapsul, atau serbuk, jadi teh. Atau menggantikan yang kecanduan ovium. Itu giat masyarakat untuk penghasilan sehari-hari,” terang Tommy.

Sebab menurut Tommy, saat ini, tidak sedikit areal pertanian di desanya berubah fungsi jadi kebun sawit. “Saya sebenarnya mengkampanyekan berladang. Karena kan jangan sampai banyak lahan pertanian berubah fungsi jadi kebun sawit,” ungkap Tommy.

Jadi, lantaran petani yang demikian jarang, kini menjadikan pencarian daun kratom sebagai sumber penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. Sempat setop beberapa pekan karena tidak ada pembeli, sekarang sudah cari daun lagi.

Kata dia, daun kratom yang dikirim ke Pontianak, sudah dicacah. Berdasar informasi yang dia pereh, di Pontianak itu dikirimkan ke US (United States) paling banyak.

Manfaat Kratom

Dikenal juga sebagai daun purik, kratom adalah bagian dari keluarga kopi. Daun ini telah digunakan selama berabad-abad di Asia Tenggara untuk pereda sakit dan sedikit perangsangan.

Kratom atau daun purik (Mitragyna speciosa Korth) merupakan tanaman tropis yang yang berasal dari Asia Tenggara (Thailand, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filiphina) dan Papua Pugini.

Tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman obat herbal untuk mengobati beberapa penyakit seperti diare, pereda nyeri, batuk, darah tinggi, dan lemah syahwat,” paparnya.

Sebagian orang mengunyahnya. Sebagian lain menjadikannya seperti bubuk, dan diseduh seperti orang minum teh. Kratom dapat membuat seseorang merasa memiliki lebih banyak energi, lebih waspada, dan lebih bahagia.

Bahan aktif utama kratom adalah alkaloid mitraginin dan 7-hydroxymitragynine yang telah terbukti dapat memberikan efek analgesik, anti-inflamasi, atau pelemas otot; sehingga kratom sering digunakan untuk meredakan gejala fibromyalgia. Fibromyalgia adalah intoleransi terhadap stres dan rasa sakit yang biasanya ditandai dengan nyeri pada tubuh, sulit tidur, dan kelelahan.

 

 

[red]

More Stories
Ruang Pasien COVID-19 di Tiga RS Samarinda Penuh