DI TENGAH lonjakan kebutuhan listrik industri, PLN mempercepat pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Bontang Lestari di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Proyek ini diposisikan sebagai pengganti trafo mobile 30 MVA yang selama ini menjadi penopang sementara pasokan listrik.
Ketergantungan pada trafo mobile mulai dianggap berisiko. Selain kapasitas terbatas, perangkat ini tidak dirancang untuk menopang beban jangka panjang di kota dengan aktivitas industri tinggi seperti Bontang.
PLN melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) kini mempercepat pembangunan GI berikut jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Infrastruktur ini diharapkan menjadi tulang punggung baru sistem kelistrikan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, turun langsung ke lokasi proyek untuk memastikan progres berjalan tanpa hambatan. Ia menegaskan percepatan dilakukan karena listrik menjadi faktor krusial bagi roda ekonomi.
“Kami ingin memastikan tidak ada hambatan, karena keandalan listrik adalah kunci utama penggerak ekonomi warga,” ujar Basuki dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2026).
Bontang selama ini dikenal sebagai kota industri yang bergantung pada kontinuitas energi. Gangguan listrik, sekecil apa pun, berpotensi berdampak pada proses produksi hingga distribusi. Dalam konteks itu, keberadaan GI permanen menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan.
PLN menyatakan pengerjaan proyek tetap mengacu pada prinsip K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan), meski dilakukan secara cepat. Koordinasi dengan mitra kerja juga diperkuat untuk menekan potensi kendala di lapangan.
Tekanan terhadap kebutuhan listrik diperkirakan akan terus meningkat, seiring pertumbuhan industri dan penguatan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Tanpa penguatan infrastruktur, beban sistem berisiko semakin berat.
Jika rampung sesuai target, GI Bontang Lestari tidak hanya menggantikan peran trafo sementara, tetapi juga menjadi fondasi baru bagi stabilitas listrik di Bontang—yang pada akhirnya menentukan kelancaran aktivitas industri dan ekonomi daerah. [RIL/ADS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















